Kejari Sinjai Tetapkan Pengelola Koperasi jadi Tersangka, Gunakan Uang Negara Beli Lahan

Menurut Hari Surachman, bantuan dari pemerintah pusat itu mestinya disalurkan kepada seluruh anggota koperasi.

Kejari Sinjai Tetapkan Pengelola Koperasi jadi Tersangka, Gunakan Uang Negara Beli Lahan
HANDOVER
Kepala Seksi Pidsus Kejari Sinjai Hari Surahman (kiri) bersama Kepala Kejari Sinjai, Adi Noer, beberapa waktu lalu. Kejari Sinjai kini fokus menangani kasus dugaan korupsi pengelola Koperasi Mega Kharisma dan Kepala Desa Passimarannu, Sinjai Timur 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Kejaksaan Negeri (Kejari) Sinjai menetapkan pengelola Koperasi Mega Kharisma, Kabupaten Sinjai, IS, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana bantuan pemerintah pusat.

IS mengelola dana koperasi tahun 2013 lalu sebesar Rp 3 miliar lebih, yang merupakan bantuan dari Kementerian Koperasi RI.

"Kami sudah menetapkan seorang tersangka pengelola koperasi Mega Kharisma IS di Sinjai," kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sinjai, Hari Surachman, Jumat (17/1/2019).

Menurut Hari Surachman, bantuan dari pemerintah pusat itu mestinya disalurkan kepada seluruh anggota koperasi.

Namun, tersangka IS justru menggunakan bantuan pemerintah pusat itu untuk kepentingan pribadi.

Selain tidak disalurkan kepada anggota koperasi, tersangka juga memakai dana itu untuk membeli lahan di Kabupaten Maros. Rencananya, untuk pengembangan perumahan.

Kejaksaan melansir, lahan di Kabupaten Maros tersebut sudah dijual oleh tersangka ke pihak lain.

Kejari Sinjai masih terus mendalami dugaan korupsi dana pusat Rp 3 miliar itu. Termasuk orang-orang yang memiliki keterlibatan dengan koperasi itu, selain IS.

Kadis Koperasi Sinjai Dimintai Keterangan

Kepala Dinas (Kadis) Koperasi Sinjai, Ramlan Hamid, mengatakan, sempat kaget setelah Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sinjai memanggilnya untuk diperiksa terkait kasus pengelola Koperasi Mega Kharisma

"Saya sudah dipanggil terkait itu. Saya kaget apa masalah saya. Tapi setelah dijelaskan oleh Pak Kajari, baru saya paham," kata Ramlan, kemarin.

Ramlan menyampaikan, saat Koperasi Mega Kharisma Sinjai bermasalah, dia belum menjabat Kepala Dinas Koperasi Sinjai.

Ramlan menegaskan, mendukung langkah Kejari Sinjai untuk terus malakukan pemberantasan korupsi kepada pengelola koperasi yang menyalahgunakan dana negara. (*)

Penulis: Samsul Bahri
Editor: Insan Ikhlas Djalil
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved