Dirut Semen Tonasa: Penjualan Kapal Bukan Karena Lesunya Industri Semen, Tapi Karena Hal ini?

Direktur Utama PT Semen Tonasa, H Subhan mengatakan penjualan kapal di PT Semen Tonasa bukan karena lesunya industri semen.

Dirut Semen Tonasa: Penjualan Kapal Bukan Karena Lesunya Industri Semen, Tapi Karena Hal ini?
Munjiyah/ Tribun Timur
Direktur Utama PT Semen Tonasa, H Muhammad Subhan SE. 

TRIBUNPANGKEP.COM, PANGKAJENE- Direktur Utama PT Semen Tonasa, H Subhan mengatakan penjualan kapal di PT Semen Tonasa bukan karena lesunya industri semen.

"Itu bukan kapal tengker tetapi kapal semen curah dan bukan karena semen lesu," kata Subhan kepada TribunPangkep.com, Sabtu (19/1/2019).

Subhan menambahkan, kapal yang dijual sudah berusia 48 tahun.

Baca: Kasus Penipuan CPNS, Rahim Minta Kanwil Kemenkumham Sulbar Ikut Diperiksa

Baca: Nurdin Abdullah: Kita Harap Banyak Putra-Putri Sulsel Seperti Jusuf Kalla

Baca: Warga Tertimpa Material Bangunan Akibat Angin Puting Beliung di Belawa Wajo

"Karena itu kapal sudah 48 tahun pada waktu 1971, mau diganti baru dan diganti teknologinya," ujar Subhan.

Sebelumnya diberitakan, lesunya industri semen Indonesia, lima tahun terakhir, mulai berdampak ke industri jasa angkutan.

PT Tonasa Line, perusahaan angkutan semen dan keagenan milik PT Semen Tonasa di Pangkep, Sulsel, mulai menjual 1 dari 10 unit kapal tangkernya.

Kabar dilegonya kapal angkut semen curah dengan nama lambung KM Tonasa Line V ini, dilansir Ketua Tim Panitia Lelang PT Pelayaran Tonasa Lines Tabsyir Sanusi dan pejabat Lelang Kelas II Wilayah Makassar yang dimuat sebuah harian bertiras nasional, Rabu (6/1/2019).

Baca: 5 Pemain Dipulangkan dalam Seleksi Timnas U-22: Ini Jadwal Lengkap Piala AFF U-22 2019

Baca: Ini 11 Tips Sederhana Jika Ingin Langsing Tanpa Olahraga dan Diet? Bisa Dijadikan Kebiasaan

Lelang dijadwalkan pekan depan, di kantor Perwakilan PT Semen Tonasa, anak perusahaan Semen Indonesia Group, di Jl Chairil Anwar, Makassar.

Dari dokumen pariwara di Harian KOMPAS itu, harga limit lelang kapal angkut buatan Jepang tahun 1971 itu Rp 13,8 miliar dengan jaminan Rp 6,8 miliar.

Di laman resmi PT Pelayaran Tonasa Lines, melansir kapal angkut bertonase 5250 Metrik Ton itu, adalah satu dari 10 unit kapal angkut milik perusahaan yang port base-nya di Pelabuhan Khusus Biringkassi, Kecamatan Bungoro, Pangkep.

Penulis: Munjiyah Dirga Ghazali
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved