Breaking News:

Dialog KNPI- GMNI Makassar: BPJS Bertahan Asal Negara Lebih Serius

Dialog Publik Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Makassar

TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Dialog Publik Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Makassar di Pelataran Sekretariat KNPI Kota Makassar, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulsel, Sabtu (19/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bisa bertahan asal negara lebih serius. 

Hal itu terungkap dalam Dialog Publik Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Makassar di Pelataran Sekretariat KNPI Kota Makassar, Jl AP Pettarani, Makassar, Sulsel.  

Hadir sebagai pemateri yakni General Manager BPJS Wilayah Sulselbartramal dr I Made Puja Yasa, pakar kesehatan dan penggagas Sulsel Sehat Prof DR dr Abdul Razak Thaha dan Sekretaris KNPI Kota Makassar dr Antariksa Putra. 
Sekitar 200 orang pemuda datang dari berbagai OKP serta beberapa aktivis kesehatan se-Makassar.
dr I Made Puja Yasa mengatakan defisit terjadi akibat premi peserta masih di bawah target dan meningkatnya penyakit katastropik seiring dengan meningkatnya peserta BPJS kesehatan di Indonesia sekitar kurang lebih 200 juta masyarakat. 
I Made Puja Yasa menghimbau agar semua harus terdaftar dalam kepesertaan BPJS karena itu sangatlah penting.
Sementara itu, dr Antariksa menyampaikan, kesehatan itu adalah hak dasar manusia serta hak warga negara sehingga negara wajib melindungi dan menjamin kesehatan rakyat Indonesia.
"BPJS sementara lagi sakit, bagaimana mau maksimal menangani orang sakit, untuk itu BPJS butuh pelukan erat dari negara dan juga sentuhan dari seluruh stakeholder terkait,"katanya, Sabtu (19/1/2019). 
Menurut dr Echa, sapaan akrab Antariksa, standar pelayanan kesehatan sekarang itu tergantung dana bukan lagi tergantung kompetensi akibat defisit di BPJS selama 4 tahun. 
"Hal ini mengindikasikan, BPJS harus melakukan penghematan agar defisit tidak semakin membesar yang berefek kualitas pelayanan kesehatan," katanya. 
Prof Abdul Razak Thaha menyampaikan jika BPJS adalah aset bangsa yang harus diperhatikan dan dijaga.
"Persoalan yang ada pada tubuh BPJS ini penyelesaiannya sangatlah sederhana yaitu mengembalikan fungsi puskesmas, distribusi peserta BPJS merata dan tidak menumpuk pada puskesmas dan klinik-klinik tertentu,  pemberikan kredit murah pada dokter dan tenaga kesehatan untuk mendirikan klinik, peningkatan alokasi anggaran kesehatan pada APBN diatas 5 persen dan terakhir masyarakat harus memahami cara dan pentingnya hidup sehat," katanya. 
Prof Acha, sapaan akrabnya, mengajak untuk sehatkan indonesia berawal dari Sulawesi Selatan.
KNPI Kota Makassar dan BPJS bekerja sama dengan penandatangan Memorium of Understanding (MoU). 

Baca: Kejari Sinjai Tetapkan Pengelola Koperasi jadi Tersangka, Gunakan Uang Negara Beli Lahan

Baca: Polri Buka Pendaftaran untuk Sarjana, Termasuk Bahasa Arab dan Mandarin. Ini Caranya Mendaftar!

Baca: Tarif Pesawat Naik, KPPU Sulsel Teliti Isu Kartel

Baca: Lantik IDI Parepare, Ini Pesan Ichsan Mustari

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

Baca: Levante Ajukan Protes, Akankah Barcelona Didepak dari Copa del Rey seperti Real Madrid Dulu?

Baca: 5 Artis Top di Indonesia dengan Bayaran Mahal! Luna Maya Pernah Dibayar Per Episode Rp 250 Juta

Baca: Gelandang PSM Marc Klok Siap Naturalisasi! 4 Pemain Asing Lainnya Menyusul Jadi WNI, Siapa Saja?

Baca: Jadwal Liga Inggris - Disiarkan RCTI dan MNCTV, Ada Big Match Arsenal vs Chelsea

Baca: 2 Tim Lokal Ini Bakal Uji PSM, Momen Unjuk Kemampuan Striker Eero Markkanen! Pluim Ikut Berlatih?

Baca: Latihan PSM, 4 Asisten Pelatih Terapkan Gaya Robert Rene Alberts

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved