Puluhan Ribu Kelelawar Mati Hanya dalam 2 Hari, Pertanda Apa?

Puluhan ribu kelelawar di Australia bermatian dalam dua hari dan ini pertanda apa?

DAVID WHITE
Puluhan ribu kampret mati dalam 2 hari, di Cairns, sebuah kota di Queensland, Brisbane, Australia. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Puluhan ribu kelelawar bermatian dalam dua hari dan ini pertanda apa?

Sepertiga kelelawar pemakan buah di Australia (kalong atau kampret) mati pada bulan November tahun 2018 lalu karena suhu panas.

Kelelawar pemakan buah itu tidak sanggup bertahan pada temperatur di atas 42 derajat Celcius.

Di kota Cairns, penduduk menyaksikan kelelawar jatuh dari pohon-pohon ke halaman belakang rumah, kolam renang, dan ke tempat-tempat lain.

Para penolong satwa liar menemukan hewan-hewan yang selamat berkerumun pada dahan-dahan dahan.

"Fenomena itu sangat menyedihkan," kata salah satu penyelamat, David White, kepada BBC.

.
Banyak kalong kacamata yang tergeletak mati di Cairns, sebuah kota di Queensland (DAVID WHITE)

'Dampak yang sangat besar'

Peneliti dari Universitas Western Sydney mengatakan bahwa 23.000 kelelawar mati pada tanggal 26 hingga 27 November.

Jumlah itu dihitung para relawan di tujuh sarang kelelawar sesaat setelah terjadi gelombang panas.

Peneliti Dr Justin Welbergen, seorang ahli ekologi, mengatakan dampak dari gelombang panas bisa lebih besar -mungkin sekitar 30.000 ekor kelelawar sudah tewas- karena beberapa tempat kelelawar biasa bersarang belum dimonitor.

Halaman
1234
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved