Menderita Hirschsprung, Hafizah Butuh Biaya untuk Berobat ke Makassar
Hafizah mengalami pembengkakan di bagian perutnya akibat Hirschsprung yang dialaminya sejak berumur 1 tahun.
Penulis: abdul humul faaiz | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Tribunpalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PALU - Hafizah (5), warga Desa Dampala, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, saat ini terbaring lemas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bungku.
Hafizah mengalami pembengkakan di bagian perutnya akibat Hirschsprung yang dialaminya sejak berumur 1 tahun.
Penyakit hirschsprung adalah kelainan yang terjadi pada usus besar (kolon).
Penyakit ini biasanya muncul sebagai kondisi bawaan pada bayi yang baru lahir.
Bayi yang menderita penyakit Hirschsprung seringkali kesulitan buang air besar karena gangguan pada sel saraf yang berfungsi mengendalikan pergerakan usus.
Gangguan pada saraf ini bisa menimbulkan masalah seperti konstipasi, infeksi, pembengkakan di perut seperti yang dialami Hafizah.
Sebelumnya, Hafizah sempat menjalani perawatan hingga operasi di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar pada Agustus sampai Desember 2018.
Setelah menjalani opersi dan perawatan pasca operasi, Hafizah disarankan dokter untuk kembali ke Morowali untuk menjalani rawat jalan.
"Tapi setelah 15 hari bengkak lagi perutnya, makanya kita bawa lagi ke rumah sakit," jelas ayah Hafizah, Dadang saat dihubungi Tribunpalu.com via telepon, Kamis (17/1/2019) malam.
Saat ini, perut Hafizah tambah membengkak, namun setelah diinfus dan pemasangan Neo Gastrik Tube (NGT), bengkak perut Hafizah berangsur menurun.
NGT sendiri adalah proses medis yaitu memasukkan selang plastik melalui hidung, melewati tenggorokan dan terus sampai ke dalam lambung.
NGT adalah suatu selang yang dimasukkan melalui hidung sampai ke lambung.
Penanganan medis ini, untuk memberikan nutrisi dan obat-obatan kepada seseorang yang tidak mampu untuk mengkonsumsi makanan, cairan, dan obat-obatan secara normal.
Dokter menyarankan Hafizah di rujuk lagi ke RSUP Wahidin Makassar. Namun, keluarga masih belum mengikuti saran dokter krena faktor biaya.
Pasalnya, harta benda mereka sudah hampir habis untuk membiayai pengobatan Hafizah.
"Masih menunggu, mudah-mudahan ada bantuan pemerintah," harap Dadang.
Untuk membiayai Hafizah, Dadang bercerita sudah menghabiskan hampir seluruh isi rumah.
Jika ada yang ingin mendonasikan sebagian hartanya untuk biaya pengobatan Hafizah, silahkan hubungi Bapak Dadang, dengan nomor 0822-9060-9605.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hafizzz.jpg)