Abrasi, Kampung Passahakue Sinjai Terancam Hilang
Menurut Alimuddin, karena khawatir rumahnya ambruk akibat abrasi, sudah ada warga yang memilik pindah ke lokasi yang lebih aman.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Imam Wahyudi
Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri
TRIBUN TIMUR.COM, SINJAI TRIBUN - Pemukiman warga di pesisir pantai Passahakue, Desa Passimarannu, Kecamatan Sinjai Timur, Sinjai, Sulawesi Selatan, semakin mendekat ke garis pantai.
Penyebabnya, abrasi yang terus terjadi.
Saat ini, rumah-rumah warga tinggal beberapa meter saja garis pantai yang dulunya belasan meter.
"Jika air pasang, kondisinya semakin parah, jarak rumah dengan air laut makin sangat dekat," kata Alimuddin, warga Passahakue, Senin (14/1/2019).
Warga berharap agar pemerintah membangunkan tanggul pemecah ombak.
Menurut Alimuddin, karena khawatir rumahnya ambruk akibat abrasi, sudah ada warga yang memilik pindah ke lokasi yang lebih aman.
"Kalau kami tidak dibuatkan tanggul, maka bisa saja pemukiman ini hilang," kata Alimuddin.
Sebenarnya, pada tahun 2016 lalu Pemerintah Desa Passimarannu sudah membangun tanggul penahan ombak.
Hanya saja, pembangunannya tidak rampung karena kepala desa saat itu, Andi Fajar, diduga korupsi dan kini telah ditetapkan tersangka.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/hakuoeae.jpg)