Siapa 'Rian-rian' Baby Shu, Tiara Permatasari, Aldiena Cena, Maulia Lestari, Riri Febianti?

Mereka Baby Shu (BS), Tiara Permatasari (TP), Aldiena Cena (AC), Maulia Lestari (ML), Riri Febianti (RF) dan Fatya Ginanjasari (FG).

Siapa 'Rian-rian' Baby Shu, Tiara Permatasari, Aldiena Cena, Maulia Lestari, Riri Febianti?
Tribun Video
Sebanyak 6 artis terjerat prostitusi online, yakni Mulya Lestari, Baby Shu, Fatya Ginanjarsari, Riri Febianti, Aldiena Cena atau Sundari Indira, dan Tiara Permatasari. Mereka akan menjalani pemeriksaan di Polda Jatim pekan depan. 

Tarif dari sederet artis dari posisi tersebut sekitar mulai dari Rp 25 juta, Rp 80 juta Rp 100 juta hingga lebih dari Rp 300 juta.

Luki Hermawan mengungkapkan, untuk jaringan dari dua mucikari ES dan TN asal Jakarta Selatan, ternyata telah mencakup hampir seluruh daerah di Indonesia.

Data tersebut berdasarkan hasil pengembangan Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim.

Hasil pengembangan yang dilakukan ternyata pelanggan prostitusi online yang menyediakan artis dan model berasal dari hampir seluruh kota di Tanah Air.

Bahkan, ada pula konsumen yang berasal dari luar negeri.

"Kalau dilihat, ini konsumennya dari semua kota, tergantung pesanannya. Bahkan di luar negeri juga ada, kami dapatkan data dari luar negeri," kata Luki Hermawan.

Oleh karena itu, Luki Hermawan mengaku, pihaknya tengah mendalami kasus itu dengan memanggil satu persatu saksi untuk dimintai keterangan.

Bahkan, masih ada beberapa orang yang tengah diburu personelnya.

Sayangnya, Luki enggan menyebutkan secara detail berapa total dan identitas dari orang yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) itu.

"Ini merupakan jaringan yang cukup besar, nanti kami panggil satu per satu orang-orang yang terlibat dalam jaringan, kami sudah punya foto-fotonya, sudah punya nama-namanya," pungkasnya.

Kasubdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Harissandi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan para pelanggan artis dan model yang dikoordinir oleh TN dan ES mayoritas adalah pengusaha.

Kendati demikian, AKBP Harissandi tak menampik bila ada pelanggan yang berasal dari kalangan pejabat.

"Kebanyakan pengusaha, pejabat juga ada, rata-rata pengusaha yang pesan," beber AKBP Harissandi kepada awak media usai konferensi pers, Senin (7/1/2019).

Polisi dengan dua melati di pundaknya itu mengimbuhkan, terkadang para artis dan model menerima pesanan dari pengusaha asal Indonesia.

Bahkan, tak sedikit pula yang melakukannya hingga ke luar negeri. Sebut saja Singapura dan Hongkong yang menjadi destinasinya.

Malahan, lanjut AKBP Harissandi, ada pula pelanggan dari Warga Negara Asing (WNA).

"Pemesannya dari Indonesia, mungkin takut ketahuan atau bagaimana, jadi mengeksekusinya di luar negeri. Pemesannya ada juga yang WNA, misalnya memesan untuk tiga hari misalnya," imbuhnya.

Lantas, bagaimana pembayaran atau transaksi yang dilakukan bila pelanggan berada di luar negeri?

Luki Hermawan menjelaskan transaksi yang dilakukan dua tersangka maupun korban dan pelanggan menggunakan transfer atau digital.

Sebelum melakukan hubungan intim, para pelanggan diwajibkan membayar down payment (DP) sebesar 30 persen dari total tarif yang dipatok.

"Semuanya menggunakan digital, pembayarannya pun digital, uang dimuka 30 persen, setelah itu sisanya," beber Luki.

Luki Hermawan mengungkapkan, untuk pembagiannya fee antara mucikari dan aris atau model, masih mendalami penyidik.

Namun, hasil terbaru yang diperolehnya menyebutkan bila uang yang diperoleh dibagi rata antara artis atau model maupun mucikari.

"Masing-masing orang punya pembagiannya, kayak kemarin ada, kepada ininya (artis) langsung Rp 35 juta, sisanya dibagi-bagi," sebut Luki.(*)

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved