Sekda Mamuju Sebut Mutasi Pejabat Sudah Proporsional

Pemerintah Kabupaten Mamuju, melakukan rotasi jabatan terhadap 143 pejabat. 12 diantaranya merupakan enselon II

Sekda Mamuju Sebut Mutasi Pejabat Sudah Proporsional
nurhadi/tribunsulbar.com
Sekda Mamuju, H Suaib 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Pemerintah Kabupaten Mamuju, melakukan rotasi jabatan terhadap 143 pejabat eselon, pada Rabu 9 Januari 2019 lalu. Dari ratusan pejabat eselon yang terkena mutasi, 12 diantaranya adalah pejabat eselon II.

Seketaris Daerah H Suaib mengatakan, mutasi pejabat sudah sangat proporsional dengan menempatkan pejabat sesuai dengan analisis kemampuan dan kepangkatannya.

Baca: Apa Penyebab Internet IndiHome Gangguan Massal di Makassar Sejak Kemarin? Begini Jawaban Telkom

Baca: Pekan ke-22 Big Match MU vs Tottenham, Liverpool Was-was Lawan Brighton. RCTI, MNCTV akan Siarkan!

Baca: Ini Dia Bek Asal Australia yang Digadang Gabung PSM Makassar! Atau ke Persib? Lihat Video Aksinya

Baca: TRIBUNWIKI: Profil Dr Indrianty Sudirman, Anggota MWA Unhas Periode 2019-2023

Baca: 15 Januari, 33 Dosen FKIP Unismuh Desiminasikan Hasil Penelitian

"Masing-masing telah dikaji melalui Badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat),"kata Suaib dalam rilis yang diterima TribunSulbar.com, Sabtu (12/1/2019).

Dikatakan, terkhusus 12 pejabat eselon dua tidak dilakukan promosi melainkan hanya rotasi jabatan dengan pertimbangan untuk penyegaran organisasi pemerintahan sehingga terjadi dinamisasi peningkatan semangat kerja.

"Saya anggap inilah formasi terbaik saat ini, karena semua telah ditempatkan berdasarkan keahlian masing-masing, seperti Kadis Kominfo Sandi Pak Usdi yang dinilai memiliki kecakapan dan jiwa seni yang tinggi, maka beliau kita tempatkan di Pariwisata,"ujarnya.

Lanjut Suaib, Pak Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Artis Efendi yang menggantikan pak Usdi, sehingga tidak stagnan dan jenu terhadap tanggung jawab masing-masing pejabat.

"Jadi saya sampaikan kembali, dari 12 pejabat eselon II yang dilantik kemarin, semuanya hanya sebatas roling atau tukar posisi, ada yang diamanahi memegang tampuk pimpinan OPD ada yang ditarik menjadi asisten dan staf ahli, namun semuanya tetap setara, asisten dan staf ahli, akan tetap mendapatkan hak sesuai dengan jabatan masing-masing,"kata dia.

Sementara posisi staf ahli beda dengan non job. Anggapan itu keliru karena tugas dan fungsi seorang staf ahli sesungguhnya setara dengan kepala OPD selaku pejabat eselon II B.

"Namun yang membedakan hanya mereka tidak membawahi satu OPD, melainkan bekerja dibawah koordinasi langsung pimpinan daerah, jadi posisinya sebenarnya sangat prestisius karena seorang staf ahli diangkat untuk menjadi kreator atau otak yang dapat membantu memudahkan tugas seorang pimpinan daerah,"jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Nurhadi
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved