Dua Tersangka Pengguna Narkoba di Majene Terancam 12 Tahun Penjara

Sementara tersangka kedua Sf, ditangkap di depan indekosnya di Kampung Baru, Kelurahan Labuang Utara, Banggae Timur.

Dua Tersangka Pengguna Narkoba di Majene Terancam 12 Tahun Penjara
Edyatma Jawi/Tribunmajene.com
Kasat Narkoba Polres Majene, AKP Muh Ikhsan saat konferensi pers kasus narkoba di Mapolres Majene, Jumat (11/1/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Edyatma Jawi

TRIBUNMAJENE.COM, MAJENE - Satuan Reserse Narkoba, Polres Majene meringkus dua orang tersangka penyelahgunaan narkoba.

Kedua tersangka itu yakni As (36) warga Kecamatan Banggae Timur, Majene dan Sf (48) digelembung warga Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar (Polman). Keduanya ditangkap di tempat berbeda.

Kasat Narkoba Polres Majene, AKP Muh Ikhsan menjelaskan, tersangka pertama yakni As ditangkap di Baruga Dhua, Kelurahan Baurung, Kecamatan Banggae Timur.

Saat diperiksa, ditemukan dua bungkusan plastik berisi kristal bening yang diduga sabu-sabu. Plastik itu disembunyikan dalam bungkusan rokok.

Sementara tersangka kedua Sf, ditangkap di depan indekosnya di Kampung Baru, Kelurahan Labuang Utara, Banggae Timur.

Saat digeledah ditemukan satu bungkusan kecil berisi kristal bening yang diduga sabu-sabu. Plastik itu disembunyikan dalam sepatu tersangka.

AKP Muh Ikhsan menjelaskan, tersangka As merupakan residivis kasus narkoba. Ia selama ini bekerja sebagai sopir angkutan antar kota dari Majene ke Toli-toli Provinsi Sulawesi Tengah.

Kata Muh Ikhsan, As diduga membeli barang haram itu di Palu, Sulteng. Selanjutnya diedarkan di Majene, Sulbar.

"Tersangka akan dikenakan pasal 114 ayat (1) Subs Pasal 112ayat (1) undang- undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," jelas AKP Muh Ikhsan saat press release di Mapolres Majene, Jumat (11/1/2019).

Sementara pelaku lainnya, Sf selama ini mengaku bekerja sebagai penjual mobil bekas. Sf disangkakan pasal 112 ayat (1) subs pasal 127 ayat (1) huruf (a) undang-undang nomor 35 tahun 2009.

"Para tersangka diancam pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 12 tahun," pungkasnya.

Penulis: edyatma jawi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved