VIDEO: Tim Jokowi di Sulbar Laporkan Pengrusakan Baliho

Pantauan TribunSulbar.com, baliho posko pemenangan Jokowi tersebut diduga dirobet OTK menggunakan benda tajam atau pisau cutter.

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Baliho Posko Pemenangan Jokowi di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, di rusak oleh orang tidak dikenal (OTK) di Mamjuju, Kamis (10/1/2019) malam.

Pengrusakan itu terjadi di depan Sekertariat Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Nasdem, Sulawesi Barat, Jl. Cik Ditiro, Kelurahan Rimuku, Kecamatan Mamuju.

Pantauan TribunSulbar.com, baliho posko pemenangan Jokowi tersebut diduga dirobet OTK menggunakan benda tajam atau pisau cutter.

Sehingga yang terlihat pada baliho hanya kepala orang nomor satu di Republik Indonsia itu.

Atas insiden tersebut, Direktur Advokat dan Hukum Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf, Sulawesi Barat, Muhammad Hatta Kainang, ikut melapor insiden itu ke Polres Mamuju.

"Saya selaku Direktur Tim Advokasi Jokowi-Ma'ruf Sulbar, sangat menyayangkan adanya pengrusakan baliho Pak Jokowi di Sekertariat Nasdem Sulbar,"kata Hatta, kepada TribunSulbar.com, saat ditemui di ruangan Reskrim Polres Mamuju, sore tadi.

Hatta mengatakan, tentu sebagai Direktur Advokat dan Hukum yang membawa persoalan hukum pemenangan Jokowi-Ma'ruf di Sulbar, mereka kecewa dengan sikap oknum yang tidak menghargai proses demokrasi.

"Walaupun kami tidak mengenal siapa yang melakukan, tapi tentunya dengan laporan ini, kami harap penyidik melakukan lidik dan segera mengungkap siapa para pelaku,"ujarnya.

Menurut, Hatta, tentu dengana adanya sejumlah CCTV di sejumlah titik jalan di Mamuju, akan menjadi cara mudah pihak penyidik untuk mengetahui siapa pelaku pengrusakan.

"Khusus baliho Jokowi, ada sekitar empat buah yang dirusak, tapi yang lebih besar itu di depan kantor Nasdem Sulbar,"ucapnya.

Hatta menilai, insiden tersebut adalah kejahatan demokrasi yang barang kali kalau tidak ditindak akan mejadi kultur dikemudian hari.

"Sehinga kami harap Polres Mamuju, mengungkap siapa-siapa pelakunya, sehingga kejadian ini tidak terulang lagi di momen-momen politik selanjutnya,"ujarnya.

"Selain melapor ke Polres, kami akan segera melapor ke Bawaslu jugam terkait dengan tindak pidana pemilu,"tuturnya menambahkan.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved