Gawat, Tawon Vespa Tewaskan 7 Orang di Klaten! Ini Jenisnya dan Hidup di Daerah Mana Saja!

kalaupun V affinis dihilangkan, Hari memprediksi bahwa posisinya akan digantikan oleh jenis tawon lain sehingga tidak menyelesaikan masalah.

Gawat, Tawon Vespa Tewaskan 7 Orang di Klaten! Ini Jenisnya dan Hidup di Daerah Mana Saja!
dok kompas.com
Tawon Vespa affinis 

“Saya tidak mau menyimpulkan demikian karena sudah sejak lama tawon ini ada di mana-mana, dan tidak aneh kalau dia bersarang di seputaran pemukiman,” katanya.

Tawon Predator

Lagipula, serangan tawon ndas juga tidak hanya dilaporkan di Klaten saja. Hari menuturkan bahwa keberadaan sarang tawon ndas juga sudah dilaporkan di Solo, Sukoharjo, Boyolali, dan juga Sragen.

Namun, hasil pemetaan sarang tawon yang dilakukan oleh Hari memang menunjukkan bahwa hewan ini telah melingkupi seluruh dataran rendah Klaten, khususnya Klaten timur.

Tawon raksasa
Tawon raksasa ()

Hari juga membandingkan peta tersebut dengan peta tata guna lahan di Klaten. Hasilnya menunjukkan bahwa karakteristik dari Klaten yang seperti kota kecil lainnya, yaitu grup-grup pemukiman yang dikelilingi oleh lahan pertanian, adalah tempat habitat yang bagus bagi tawon ini untuk berkembang biak.

Pasalnya, V affinis adalah tawon predator yang memangsa larva serangga lain, seperti hama pertanian. Selain itu, rumah warga juga memberikan perlindungan ekstra bagi tawon terhadap cuaca dan pemangsa, seperti elang madu asia.

“Kalau karakter Klaten seperti itu (grup pemukiman dikelilingi pertanian), kan burung-burung juga hilang. Jadi, pengontrol alaminya sudah tidak ada,” ujar Hari.

Baca: Niatnya Baik Usir Tawon, Yang Terjadi Kemudian di Luar Dugaan

Baca: Dinas Pemadam Kebakaran Makassar Bantu Warga Evakuasi Sarang Tawon Berbahaya

Walaupun bukan ledakan populasi; hilangnya habitat tawon, seperti padang, membuat hewan ini berpindah ke lingkungan manusia dan meningkatkan kontaknya dengan kita.

Kontak ini kemudian menimbulkan gangguan dari manusia yang membuat tawon merasa terancam dan menyerang. Hari mengibaratkannya seperti konflik harimau dan manusia di Sumatra.

“Itu kan tidak bisa dibilang populasi harimau bertambah banyak, tetapi ia mencari makan di wilayah manusia. Bisa jadi tawon ini juga sama. Jadi, belum tentu outbreak (ledakan populasi), tetapi sekarang dia berpindah ke lingkungan manusia,” katanya.

Halaman
1234
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved