Kementan Garap Digitalisasi Wirausaha Muda Pertanian

Digitalisasi pertanian dalam rangka mendukung program kewirausahaan petani muda terus dilakukan oleh Kementerian Pertanian

Kementan Garap Digitalisasi Wirausaha Muda Pertanian
DOK KEMENTAN RI
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman (depan kiri) mengoperasikan mesin penanam padi. 

Andriko Noto Susanto menilai pemasaran online dan off line generasi milenial memungkin akses penjualan semakin terbuka, sehingga dapat menghasilkan harga terbaik. Bagi konsumen, harga tersebut menjadi harga premium, karena barangnya baru, segar dan dari tangan pertama belum kena charge perantara atau yang dikenal sebagai midleman.

“Pemutusan rantai pemasaran ini penting karena selama ini keuntungan terbesar bukan diterima petani. Harga mahal yang ditanggung konsumen juga tidak dinikmati produsen,” ujarnya.

Baca: Ekspor Holtikultura Naik 12 Persen di 2018, Ini Upaya Kementan

Lebih lanjut Andriko mengungkapkan digitalisasi memungkinkan ada breakthrough pemasaran indirect market ke direct market. Kondisi ini menguntungkan produsen dan konsumen, sehingga dapat membuka peluang kerjasama langsung antara produsen generasi milenial dengan konsumen milenialnya, sesuai dengan syarat, kondisi dan requirement masing masing.

“Digitalisasi wirausaha ini akan dapat mempercepat peningkatan kesejahteran petani pada era digital secara terintegrasi sehingga pada gilirannya, dapat mengurangi kemiskinan” ungkap dia.

Pemerintah berupaya terus mengakselerasi pembangunan infrastruktur agar dapat menciptakan sistem distribusi pangan yang efisien dan efektif, dalam pencapaian swasembada pangan di seluruh daerah dan tingkat nasional.

“Upaya menjadikan petani muda menjadi bahan bakar pembangunan pertanian akan terus dilakukan oleh BPPSDMP dalam upaya menyambut generasi emas Indonesia 2045,” kata Andriko Noto Susanto.(*)

Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved