92 Kasus Korupsi Mandek di Sulsel, Begini Kata Dosen Hukum Unhas

Rilis data kasus korupsi tersebut, digelar di Kantor ACC, Ruko Bisnis AP Pettarani, Jl AP Pettarani, Kota Makassar.

92 Kasus Korupsi Mandek di Sulsel, Begini Kata Dosen Hukum Unhas
dok Tribun Timur
Fajlurrahman Jurdi 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Amiruddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anti Corruption Committee atau ACC merilis data kasus korupsi yang terjadi tahun 2018 di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Senin (7/1/2019).

Rilis data kasus korupsi tersebut, digelar di Kantor ACC, Ruko Bisnis AP Pettarani, Jl AP Pettarani, Kota Makassar.

Dalam rilis data tersebut, ACC mencatat masih banyak kasus korupsi yang mandek di Kejaksaan Tinggi Sulsel dan jajarannya.

Baca: Bandingkan Foto-foto Mulan Jameela & Maia Estianty Berhijab saat Ibadah Umrah, Pilih Mana?

Baca: Berikut Agenda Bupati Lutra Hari ini, Salah Satunya Hadiri Acara Majelis Taklim

Baca: BMKG Prakirakan Enrekang Diguyur Hujan Ringan Sepanjang Hari

Totalnya, diketahui mencapai 92 kasus yang masih mandek.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin (Unhas), Fajlurrahman Jurdi SH MH turut menanggapi banyaknya kasus korupsi yang mandek di Kejati Sulsel dan jajarannya.

Menurut Fajlu, tahun 2019 ini Kejati Sulsel dan jajaran perlu meningkatkan kinerjanya dalam memberantas korupsi.

"Harus ada peningkatan, utamanya menyelesaikan 92 kasus yang mandek itu. Bahkan kalau perlu semester pertama tahun ini, kasus mandek itu sudah diselesaikan Kejati Sulsel dan jajarannya," kata Fajlurrahman Jurdi, kepada tribun-timur.com.

Penulis buku, "Korupsi Kekuasaan," tersebut menambahkan, untuk memberantas korupsi dibutuhkan komitmen seluruh stakeholder.

Apalagi kata dia, korupsi merupakan extraordinary crime atau kejahatan luar biasa.

Halaman
12
Penulis: Nurhadi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved