Warga Gowa Diimbau Waspadai Pengurusan Kartu Identitas Anak

Ambo menuturkan, hal tersebut ia sampaikan untuk menyikapi adanya sejumlah informasi yang ia terima

Warga Gowa Diimbau Waspadai Pengurusan Kartu Identitas Anak
Ari Maryadi/Tribungowa.com
Kadis Dukcapil Gowa, Ambo. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Ari Maryadi

TRIBUN-TIMUR.COM, SUNGGUMINASA - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil atau Disdukcapil Gowa, Ambo meminta masyarakat berhati-hati pada pengurusan Kartu Identitas Anak (KIA) oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab.

Ambo menuturkan, hal tersebut ia sampaikan untuk menyikapi adanya sejumlah informasi yang ia terima. Kabar itu menyebutkan, bahwa di sejumlah desa telah ada aksi pengumpulan data anak yang dilakukan seseorang dengan iming-iming mempermudah pengurusan.

"Disdukcapil Gowa belum pernah melakukan kebijakan pengumpulan data anak untuk pembuatan KIA. Jadi jangan percaya jika ada oknum mengaku bisa menguruskan pembuatan KIA itu," tegas Ambo, Senin (7/1/2019).

Baca: Link Pendaftaran Pegawai Bulog 2019, Daftar Segera Sebelum Batas Waktu

Baca: Rival di Pilpres, Lihat Kedekatan SYL-Agus Saat Naik Pesawat Bareng ke Jakarta

Baca: BREAKING NEWS: Lupa Kunci Pintu Kamar Kost Saat Tidur, Dua Ponsel Alumni Unismuh Raib

Ambo melanjutkan, pembuatan KIA ini hanya dilakukan oleh Dinas Dukcapil. Pihaknya nantinya akan turun langsung melakukan pendataan ke sekolah-sekolah, bekerja sama Dinas Pendidikan.

"Kami belum turun tapi kami secara resmi akan melakukan pendataan anak di semua sekolah dengan bekerja sama instansi terkait. Dan yang akan melakukan pendataan sekaligus merekam data anak secara langsung adalah petugas resmi Dinas Dukcapil Gowa," tambah Ambo.

Ambo menyayangkan adanya upaya pihak-pihak tertentu yang mencoba mengambil keuntungan dari rencana pembuatan kartu identitas anak ini. Diketahui, kartu identitas anak ini dibuat sebagai kartu identitas bagi anak yang fungsinya seperti KTP-el.

"Anak-anak belum wajib pakai KTP-el namun tetap harus punya identitas resmi. Oleh karena itu pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan pemberlakuan KIA bagi anak sekolah. Nanti mereka berusia 17 tahun baru KIA miliknya digantikan dengan KTP-el," tandas Ambo.

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

(*)
Penulis: Ari Maryadi
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved