Sekprov Sulbar Harap Instansi Vertikal Beri Kontribusi Substansial Bagi Daerah

Sekprov Sulbar Dr Muhammad Idris DP Harap Instansi Vertikal Beri Kontribusi Substansial Bagi Daerah

Sekprov Sulbar Harap Instansi Vertikal Beri Kontribusi Substansial Bagi Daerah
Nurhadi
Sekertaris Provinsi Sulawesi Barat Dr Muhammad Idris DP memberikan keterangan pers kepada wartawan di sela-sela rakor intansi vertikal se Sulawesi Barat, di Aula Kantor Gubernur, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju, Senin (7/1/2019) 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Sekertaris Provinsi (Sekprov) Sulawesi Barat, Dr Muhammad Idris DP, berharap keberadaan instansi vertikal memberikan kontribusi yang substansial bagi daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Muhammad Idris, disela-sela rapat koordinasi review kinerja 2018 dan rencana kerja 2019 intansi vertikal se Sulawesi Barat, di Aula Kantor Gubernur, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Mamuju, Senin (7/1/2019).

Baca: Intansi Vertikal se-Sulbar Gelar Rakor Review Kinerja 2018 dan Rencana Kerja 2019

Baca: Pengusaha Inisial R Booking Vanessa Angel, Bukan Bos Media Online tapi Usahanya Banyak, ini Faktanya

Baca: Pengakuan Vanessa Angel ke Hotman Paris Soal Urusan Kelambu Bareng Mantan Pacar, Gak Ngapa-ngapain?

"Gubernur ini menjadi wakil pimpinan pusat di daerah yang harus mengkoordinir kinerja intansi vertikal, menilai bahkan juga mengevaluasi,"kata mantan kepada LAN Makassar itu kepada TribunSulbar.com.

Menurutnya, rapat koordinasi tersebut seharusnya sejak dari dulu dilakukan, sehingga pemerintahan di daerah terkoodinasi.

Ia berharap, pertemuan tersebut tidak hanya sekedar berkumpul, namun ada catatan penting yang dihasilkan untuk disampaikan kepemerintah pusat.

"Apakah ada kemungkinan Kanwil tidak berkinerja bagus, lalu bagaimana subtansi intansi vertikal kepada pemerintah daerah, karena daerah inikan daerah negara kesatuan, kalau daerah tidak dipupuk, bisa-bisa yang lahir adalah keangkuhan otonomi daerah,"ujarnya.

"Itulah yang ingin kita dudukkan, dan ini harus kita rutin minimal tiga kali dalam satu tahun duduk bersama untuk melihat progres masing-masing intansi vertikal yang ada di daerah,"tambahnya.

Baca: Suami Brigpol Dewi Ambil Putusan Usai Istri Selingkuhi 2 Oknum Perwira Polda Padahal Punya Anak

Baca: Skandal Vanessa Angel Soal Postitusi Online, Polisi Sita Celana, Ponsel & Barang Lain Tak Lazim Ini

Dikatakan, rakor tersebut dilakukan sebagai wujud komitmen untuk membangun negara kesatuan sebagai perekat nasional bangsa Indonesia.

"Tema rakor ini, kita mengangkat soal sinergi lintas sektor. Tujuannya, untuk memastikan bahwa daerah terbantu dengan keberadaan intansi vertikal,"karanya.

Misalnya, lanjut Idris, memastikan Kemenkumhan berhasil mendorong peningkatan kesadaran HAM masyarakat, kemudian apakah BNN memastikan penyalahgunaan narkoba semakin berkurang.

"Jika hal tersebut tidak dikoordinasikan dengan baik, maka kontribusi keberadaan intansi vertikal tidak akan terlihat,"tuturnya.

Baca: Suami Brigpol Dewi Ambil Putusan Usai Istri Selingkuhi 2 Oknum Perwira Polda Padahal Punya Anak

Baca: Skandal Vanessa Angel Soal Postitusi Online, Polisi Sita Celana, Ponsel & Barang Lain Tak Lazim Ini

 

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

Penulis: Nurhadi
Editor: Munawwarah Ahmad
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved