Ada Proyek Dinas PU Mamasa Terkendala Bencana Gempa, Tetap Yakin Selesai 100 Persen

Lebih jauh Asri Thomas menambahkan pekerjaan pembangunan infrastruktur di Mamasa sekarang ini menjadi tantangan tersendiri.

Ada Proyek Dinas PU Mamasa Terkendala Bencana Gempa, Tetap Yakin Selesai 100 Persen
tribunmamasa.com/herson bongga karaeng
Kepala Bidang Bina Marga Asri Thomas (kanan) 

Laporan Wartawan Herson Bonggakaraeng

TRIBUNMAMASA.COM, MAMASA - Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mamasa Asri Thomas, mengatakan, khusus proyek bidang jalan pada tahun 2018 ini belum berjalan 100 persen.

Asri mengakui masih ada sedikit yang belum lanjut karena terkendala bencana gempa bumi beberapa waktu lalu.

Kenapa tertunda? Asri menjelaskan proyek tertunda karena pekerjanya pergi mengungsi. “Ada proyek kita yang terkendala akibat bencana gempa bumi, pada November dan Desember lalu,” ujarnya.

Baca: BREAKING NEWS: Kebakaran di Perumahan Bukit Cahaya Manggala Makassar, Satu Tewas

Baca: KPU Kabupaten Mamasa Lantik dan Sumpah Anggota PPK Tambahan

Asri menjelaskan, proyek yang terkendala tersebut, anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAU).

“Sedangkan untuk proyek dari Dana Alokasi Khusus (DAK), sudah 100 persen selesai karena lebih awal kontraknya," ujarnya.

Jalan yang dimaksudkan Asri belum selesai, terletak sekitar 3 km dari pusat kota berada Jl Poros Rantetangnga, Kelurahan Tawalian, Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.

“Secara keseluruhan sudah 100 persen. Hanya ada satu-dua titik pekerjaan, yang lambat diproses karena pekerjaannya dimulai pada saat gempa. Pekerjaan itu ada di anggaran dana Dana Alokasi Umum (DAU),” jelasnya.

“Pada tahun 2019 ini, untuk DAK ada empat paket yang dikerjakan tersebar di Kecamatan Mamasa, Kecamatan Sespa, Kecamatan Balla dan Kecamatan Tabulahan," ujarnya kepada tribunmamasa.com, Rabu (2/1/2019) siang.

Lebih jauh Asri Thomas menambahkan pekerjaan pembangunan infrastruktur di Mamasa sekarang ini menjadi tantangan tersendiri.

Terutama pekerjaan DAK, yang ada di daerah terpencil atau jauh. “Apa lagi kondisi cuaca yang lagi ekstrim dan tidak menentu, karena kalau pekerjaan beton, itu harus dihentikan. Supaya kualitas beton bagus selama proses pekerjaan," katanya. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: herson bongga karaeng
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved