Ketua Sapma Pemuda Pancasila Makassar Bidik Kursi DPRD Makassar

Pada Pemilu 2019 nanti, Arul sapaannya mengaku tidak melihat caleg-caleg partai Berkarya maupun caleg partai lain yang maju di dapilnya sebagai rival

Ketua Sapma Pemuda Pancasila Makassar Bidik Kursi DPRD Makassar
Azis/Tribun
Ketua Satuan pelajar, siswa, dan mahasiswa Pemuda Pancasila (Sapma PP) Makassar Hasrul Kaharuddin       Attachments area      

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Ketua Satuan pelajar, siswa, dan mahasiswa Pemuda Pancasila atau Sapma PP Makassar Hasrul Kaharuddin (29) membeberkan alasannya maju bertarung pada Pemilihan legislatif (Pileg) 2019 di Dapil IV Makassar.

"Bagi saya, politik adalah jiwa demokrasi, berpolitik adalah panggilan kemanusiaan," ungkap caleg Partai Berkarya Makassar itu di Warkop Sija, Jl Boulevard, Makassar, Senin (31/12/2018).

Pada Pemilu 2019 nanti, Arul sapaannya mengaku tidak melihat caleg-caleg partai Berkarya maupun caleg partai lain yang maju di dapilnya sebagai rival atau lawan.

Baca: Luing Lolo, Loyalty Member TSM Menangkan Grand Prize 1 unit Mitsubishi Xpander

Baca: Ingin Wisuda Magister di 2019, Ini Harapan Ria Rezky Rahmat  

Baca: 60 Ucapan Selamat Tahun Baru 2019 Berisi Doa, Harapan dan Motivasi

"Secara kontekstual, saya tidak melihat kawan-kawan caleg sebagai rival. Kenapa? Karena mereka tentu memiliki cita-cita sama dalam berjuang. Lawan saya cuma satu, mereka yang menggunakan cara-cara kotor," tegas pengurus AMPI sulsel tersebut di salah satu warkop di Makassar.

Cara kotor yang dimaksud pengurus PBHI Sulsel (2016) itu adalah, mereka yang menghalalkan segala cara untuk mendapat suara rakyat.

"Bagi saya, politik uang itu cara kotor untuk menjadi legislator, tapi saya berkeyakinan bahwa rakyat Makassar khususnya di dapil Panakkukang dan Manggala cerdas dalam berdemokrasi. Musuh kita politik uang," ujar Arul.

Terlahir sebagai aktivis, Arul mengaku terpanggil maju di parlemen karena melihat masih banyak kerja-kerja parlemen belum menyentuh masyarakat kecil dan kepemudaan.

"Visi Makassar menuju kota dunia mesti kita dukung untuk kemajuan bersama, yang akan saya perjuangkan mendorong aspirasi rakyat kecil dan kepemudaan. Untuk menjadi kota dunia, yang utama adalah memajukan ekonomi dan pola pikir rakyat," tambah Arul.(ziz)

Penulis: Abdul Azis
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved