Tahun Baru 2019
Ini Resolusi PMI Makassar di Tahun 2019
Memiliki resolusi di Tahun 2019 mendatang yakni siap ambil peran dalam setiap penanggulangan bencana.
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Suryana Anas
Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - PMI Makassar memiliki resolusi di Tahun 2019 mendatang yakni siap ambil peran dalam setiap penanggulangan bencana.
Ketua PMI Makassar, Syamsu Rizal MI mengatakan, selama tahun 2018 banyak terjadi bencana, dan hampir semua jenis bencana terjadi tahun ini.
"Maka dari itu, jelang 2019 PMI Makassar mengharapkan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat untuk mencegah dan menanggulangi potensi bencana yang kapan saja bias saja terjadi," kata Deng Ical, Senin (31/12/2018).
Deng Ical menhelaskan, Makassar dengan 1,7 juta penduduknya harus meningkatkan kesiap siagaan (preparedness), vaik kesiapsiagaan struktural dalam bentuk kesiapan sistem dan sarana pendukung, maupun kesiapsiagaan fungsional (non struktural) dalam bentuk partisipasi elemen masyarakat.
"Bencana dapat terjadi kapan saja, bencana alam, bencana sosial, bahkan bencana medis bisa saja terjadi.
Bencana alam memang lebih mudah diantisipasi dengan mitigasi dan kesiapsiagaan.
Tapi bencana sosial dan bencana medis bisa terjadi kapan saja kalau masyarakat tidak berpartisipasi," ungkap Deng Ical.
"Boleh di tingkat pra bencana berupa sharing informasi dan penyiapan kontingensi plan personal. Saat tanggap darurat dalam bentuk kepedulian, saling membantu dan meringankan beban korban terdampak, maupun pada pasca bencana berupa insiatif recovery serta rehab rekon," sambung Deng Ical.
Lanjut Wakil Wali Kota Makassar ini mengatakan, kultur budaya Makassar berupa kearifan lokal dan karakter masyarakat yang suka tolong menolong dan sangat peduli mesti menjadi salah satu pilar partisipasi masyarakat, sehingga mampu menguatkan
sistem peringatan dini sosial dan kesiapsiagaan masyarakat akan memberikan kenyamanan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
"Tentu dengan tingkat kesiapsiagaan yang tetap tinggi. Kesiapsiagaan dan pastisipasi masyarakat akan meningkatkan kapasitas masyarakat dan tentunya efek, dampak dan resiko bencana dapat diminimalkan," pungkasnya. (*)