Diskusi Tentang Bencana dan Dosa di Kobass Pinrang, Ini Ulasan 2 Narasumber

Kegiatan yang diinisiasi KosaKata, CoratCoret, Sahabat Kita, Lapak Baca At-Ta'lim, ACT, dan BEM Stinula Pinrang

Diskusi Tentang Bencana dan Dosa di Kobass Pinrang, Ini Ulasan 2 Narasumber
Dok Jalal
Narasumber Diksi 

Laporan Wartawan TribunPinrang.com, Hery Syahrullah

 TRIBUNPINRANG.COM, WATANG SAWITTO - Sejumlah komunitas bakal menggelar Diskusi Intensif (Diksi) di Warkop Kobass, Jl Jend Sudirman, Kecamatan Watang Sawitto, Kabupaten Pinrang, Rabu (26/12/2018) malam.

Kegiatan yang diinisiasi KosaKata, CoratCoret, Sahabat Kita, Lapak Baca At-Ta'lim, ACT, dan BEM Stinula Pinrang ini mengangkat tema 'Ketika Bencana Dikaitkan dengan Dosa'.

Dalam diskusi sembari galang dana itu, menghadirkan dua narasumber. Yakni Basri La Pabbaja selaku Akademisi Bidang Akidah Filsafat UIN Alauddin Makassar dan Dirja Wiharja selaku Aktivis Muda NU.

Baca: BREAKING NEWS : Motor Milik Terduga Pelaku Pencurian di Jl Bitoa Lama Manggala Berhasil Ditemukan

Baca: Setelah 18 Tahun Mengudara, Rewako FM Akhirnya Peroleh Izin Kementerian Kominfo

Baca: Baliho Caleg DPR RI Darwis Ismail Kepung Luwu Utara

Dalam ulasannya, Basri menjabarkan konsep positifisme yang dimungkinkan menjadi salah satu penyebab terjadinya bencana alam.

Ia menyebutkan, segala reaksi yang ditimbulkan oleh alam bergantung pada aksi apa yang dilakukan oleh manusia terhadap alam itu sendiri.

"Jikalau manusia menjaga atau melestarikan alam, maka alam pun akan membalas dengan tindakan yang serupa," papar Basri dalam rilis yang diterima TribunPinrang.com, Kamis (27/12/2018).

Namun jika perlakuan manusia kepada alam semata-mata dengan tujuan eksploitasi, lanjutnya, maka tunggu pulalah reaksi negatif yang akan diberikan alam kepada manusia. Demikianlah kira-kira teori yang kerap didengungkan oleh para kaum positifis.

"Atas dasar itu, bencana sebenarnya adalah hasil produk dari manusia itu sendiri," ujar Basri.

Sementara itu, Dirja Wiharja lebih menitikberatkan pembahasan tentang ajakan untuk tidak mudah mengahukumi dan menghakimi orang yang menjadi korban bencana.

Halaman
12
Penulis: Hery Syahrullah
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved