Pengakuan Pengarang Lagu 'Kemarin' Seventeen, Kisah Nyata Tentang Kematian, ini Kunci Gitar & Lirik

Ifan Seventeen menyebut Dendi Reynando adalah salah satu sosok yang paling berpengaruh di Seventeen.

Youtube
Kunci Gitar dan Lirik Lagu Seventeen 'Kemarin' 

Berikut ini Kunci Gitar dan Lirik Lagu 'Kemarin' - Seventeen

Kemarin - Seventeen

Intro :
Fm C# Fm D# Fm

Verse 1 :
Fm A#m
Kemarin engkau masih ada disini

D# G#
Bersamaku menikmati rasa ini

C# A#m/G
Berharap semua takkan pernah berakhir

C
Bersamamu bersamamu

Fm A#m
Kemarin dunia terlihat sangat indah

D# G#
Dan denganmu merasakan ini semua

C# A#m/G
Melewati hitam putih hidup ini

C
Bersamamu bersamamu

Chorus :

Fm A#m
Kini sendiri disini

D# G#
Mencarimu tak tahu dimana

A#m A#m/G C
Semoga tenang kau disana selamanya

Fm A#m
Aku s'lalu mengingatmu

D# G#
Doakanmu setiap malamku

A#m A#m/G C
Semoga tenang kau disana selamanya

C# A#m Cm Fm A# C# C

Chorus :

Fm A#m
Kini sendiri disini

D# G#
Mencarimu tak tahu dimana

A#m G C
Semoga tenang kau disana selamanya

Aku s'lalu mengingatmu

D# G#
Doakanmu setiap malamku

A#m F# Gm C
Semoga tenang kau disana selamanya

Fm D# C# D#
Fm D# A#/D C# D# Fm

Tribute untuk Seventeen

Aviwkila yang digawangi Thana Ajeng Purishita (Ajeng) dan Uki Daud pun membuat tribute untuk mereka dengan menyanyikan lagu Kemarin.

Uki sangat terpukul dengan meninggalnya personel band Seventeen dan yang tersisa hanya Ifan. Rupanya, Uki pernah di Seventen dari 2012-2016 sebagai additional guitar player.

Lagu Kemarin yang dirilis Seventeen pada 2016 ini, liriknya menggambarkan kesedihan ditinggal orang tercinta.

Aviwkila mengcover lagu Kemarin diiringi akustik yang diunggah melalui YouTube resmi mereka, Aviwkila.

"Mas Ujang, ini lagu requestanmu yang sering mbo request selama kita jalan. Maaf baru kita bisa bawain sekarang pas mas enggak ada," ungkap Ajeng.

Sejarah lagu Kemarin

Selesai Ajeng menyanyikan lirik, "Berharap semua takkan pernah berakhir bersamamu bersamamu," Uki menghela napas menahan kesedihan.

Sambil menguatkan diri agar tak terus sedih, Uki menjelaskan sejarah lagu Kemarin milik Seventen yang diciptakan sang gitaris, Herman.

"Ini lagu yang nyiptain Mas Herman. Saat itu aku tanya ke Mas Herman, zaman aku masih di Seventeen, pas promo lagu aku tanya, 'Mas ini lagu ceritanya tentang apa," ujar Uki.

Herman lalu bercerita lagu tersebut tentang temannya yang meninggal mendadak. Ceritanya, saat itu Herman asyik mengobrol dengan temannya itu, tapi tiba-tiba si teman meninggal.

Kondisi ini yang sangat memukul Uki, karena ditinggal pergi selamanya oleh sebagian besar personel band Seventeen.

Kesaksian ini sekaligus menjawab kenapa Aviwkila selalu mengupdate terus tentang Seventeen sejak tsunami melanda pantau Tanjung Lesung, Banten.

Uki memastikan ia dan Ajeng mengcover lagu Kemarin tak hanya untuk personel Seventeen yang meninggal, tapi juga seluruh korban tsunami di Banten dan Lampung Selatan.

Paling berat dengan Mas Ujang

Dari sekian personel Seventeen, Mas Ujang sangat membuat Uki terpukul. Selama empat tahun saat masih di Seventeen, Uki dekat dengan Ujang.

"Dia itunya krunya Mas Bani sebenarnya. Hari pertama aku masuk Seventeen dia yang ngangkatin kita kru, dia masang semua, dia yang ngajarin aku teknis di atas panggung, gimana cara masuk sebagai band yang proper, memasang aku gitar," ungkap Uki.

Ajeng menimpali memang Mas Ujang sosok yang perhatian.

Setelah keluar dari Seventeen, Uki besama Ajeng membentuk Aviwkila dan mengajak Mas Ujang bergabung dan mau. Keduanya menganggap Mas Ujang sebagai penjaga mereka.

"Ini orang yang selama ini yang kita tahu paling perhatian, bahasa jawanya cakcet, paling cekatan. Tanpa disuruhpun dia bilang," begitu penilaian Ajeng.

Uki menambahkan, tak hanya Mas Ujang, tapi seluruh personel Seventeen perhatian dengan Aviwkila.

"Cuma mungkin karena sudah tahu kita lama banget, dia sudah hapal kita bagaimana sejak zaman nol. Tanpa kita minta dia selalu sediain sesuatunya. Saat itu kita merasa dijagaain banget," imbuh Ajeng.

"Aku kehilangan dia banget. Tapi ojo kuatir mas. Insya allah keluargamu, istrimu, anak-anakmu kita jaga. Kita semua yang masih hidup akan jaga. Begitu juga Mas Bani, aku inget baiknya. Terus mas herman," kata Uki lagi.

Saat masih di Seventeen, Uki mengenang bersama Herman pernah membuat lagu di antaranya Bukan Cinta Main-main. Lagu ini rencananya akan dipakai untuk album Aviwkila.

"Dia juga ngajarin bayak banget bagaimana bikin lagu," puji Uki yang turut terpukul dengan Andi, teman sekamarnya di Seventeen.

Waktu empat tahun di Seventeen dirasa Uki menjadi pelajaran berharga sebelum mendirikan band Aviwkila. Meski selama itu Uki bukan personel tetap dan hanya additional guitar player.

"Tapi waktu empat tahun itu sudah menjadiin Aviwkila," aku dia.

Begitu juga Oki yang sangat menginspirasi Aviwkila. Menurut dia lagu-lagu Aviwkila yang berbahasa Jawa seperti Bojo Galak, Sayang, dan Korban Janji adalah requestnya Oki seventeen.

Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved