Bantu Korban Tsunami, AMSA UMI Kirim Dokter ke Banten

Khusnul Yaqien tergabung bersama tim Asian Medical Docter Asossiation (AMDA) Indonesia

Bantu Korban Tsunami, AMSA UMI Kirim Dokter ke Banten
HANDOVER
Dokter yang tergabung dalam tim Asian Medical Docter Asossiation (AMDA) Indonesia, dilepas di Bandara Hasanuddin, kemarin, untuk membantu korban tsunami di Banten dan Lampung 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali menunjukkan kepeduliannya kepada korban bencana alam di negeri ini.

UMI mengirim bantuan tenaga medis untuk korban tsunami di Provinsi Banten dan Lampung, melalui tim Asian Medical Student Asossiation (AMSA) UMI, yakni Khusnul Yaqien, S.Ked (mahasiswa Program Profesi Dokter FK UMI).

Khusnul Yaqien tergabung bersama tim Asian Medical Docter Asossiation (AMDA) Indonesia.

Tim dokter ini dilepas di Bandara Sultan Hasanuddin oleh Presiden AMDA Indonesia Prof Andi Husni Tanra, SpAn (K), Ph.D. Didampingi Sekretaris AMDA yang juga Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Prof dr H Syarifuddin Wahid, Ph.D

Tim awal AMDA ini dikoordinir oleh Dr dr Hisbullah, SpAn(K). Selain bertugas melakukan pertolongan awal, juga akan melakukan evaluasi dan identifikasi masalah dan kebutuhan yang diperlukan sebelum tim AMDA selanjutnya diturunkan.

Termasuk rencana tim bantuan medis yang akan diterjunkan oleh Fakultas Kedokteran UMI

"Hampir dalam setiap kegiatan kemanusiaan AMDA Indonesia bersama AMSA UMI (mahasiswa) untuk bergabung dalam tim, seperti saat bencana gempa di Lombok serta gempa dan tsunami di Palu,” kata Prof Syarifuddin.

“Sekarang ini tim sinergitas AMDA dan AMSA akan membantu korban tsunami di Selat Sunda," tambahnya.

Presiden AMDA Indonesia, Prof  Andi Husni Tanra dalam sambutannya mengatakan, pro humanity adalah prinsip utama dokter dalam menjalankan setiap tugas dan tanggung jawab.

Khususnya dalam hal tanggap bencana, kapan dan di manapun, karena dalam hal bencana dibutuhkan kebersamaan dan prinsip kerja sama tim.

Ia menambahkan, jiwa menolong orang lain adalah sesuatu yang sangat luhur tanpa memandang siapa pun. Apalagi jika mereka yang terkena bencana, bahkan merupakan ibadah.

"Sebaik-baik manusia adalah mereka yang banyak memberi manfaat bagi sesamanya manusia," katanya, Selasa (25/12/2018). (*)

Penulis: Munawwarah Ahmad
Editor: Insan Ikhlas Djalil
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved