John Rende Mangontan, Anak Penjual Sayur yang Bidik Kursi DPRD Sulsel

John Rende Mangontan (JRM) meluncurkan buku biografinya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

John Rende Mangontan, Anak Penjual Sayur yang Bidik Kursi DPRD Sulsel
Sumber Foto: Tim JRM
John Rende Mangontan meluncurkan buku biografinya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan   

Laporan Wartawan Tribun Timur, Abdul Aziz Alimuddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- John Rende Mangontan (JRM) meluncurkan buku biografinya di Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Buku itu menandai perjalanan usianya yang memasuki 'setengah abad'.

Buku berjudul "Merajut Asa Si Anak Penjual Sayur" yang ditulis Rusman Madjulekka dan Hasrul Hasan mengisahkan episode hidup John yang diwarnai kelok jalan nan terjal.

Baca: VIDEO: Patroli Pengamanan Gereja, Pangdam XIV Hasanuddin Kendarai Motor Trail

Baca: Ketum Panitia Natal Gereja Katedral Makassar: Kami Senang, Kami Juga Sedih

Baca: Jelang Tahun Baru, Hotel di Soppeng Belum Terbooking

Baca: Kapolda Baharudin Djafar Pastikan Perayaan Natal di Sulbar Berlangsung Aman

 

Baca: Tahun 2019, Ini Harapan Ketua BKPRMI Jeneponto Suardi A Kahar

Baca: Misa Natal di Gereja Katedral Makassar, Tas dan Barang Bawaan Jemaat Diperiksa

Baca: VIDEO: Ucapan Selamat Natal dan Harapan Bupati Toraja Utara

Baca: Produksi Jagung Petani di Malangke Barat Luwu Utara 6 Ton Per Hektare

Baca: Wali Kota Makassar dan Forkopimda Sampaikan Selamat Natal di Gereja Katedral

Baca: Resmi, Ahok Dapat Remisi Natal 2018 Kapan Bebas? Ini Rencananya Setelah Keluar Penjara

Sejak kecil dirinya sudah dituntut untuk mandiri membantu ekonomi keluarganya yang saat itu dipikul oleh ibunya yang bekerja sebagai penjual sayur keliling.

Dalam buku setebal 108 halaman itu juga mengungkapkan kisah masa lalu John yang tidak banyak diketahui publik, seperti pada waktu kecil John bersekolah sambil bekerja.

Berjualan es lilin, ojek payung, jualan koran,jaga toilet bandara, jaga bola tennis, jadi kuli kasar bangunan hingga pengumpul batu dilakoninya dengan sabar tanpa menyerah.

Bahkan saat merantau ke Papua, JRM sudah membuktikan bahwa keberhasilan dan kesuksesan seseorang tidak diraih dengan instan, tapi melalui proses dengan kerja keras.

"Paling tidak, dalam buku ini pembaca bisa mendapatkan kisah inspiratif dari seorang putra Toraja bernama John ini bisa dipetik hikmah bahwa tekad yang kuat, kerja keras dan kejujuran menjadi modal untuk meraih impian kita," ujar Rusman Madjulekka, editor naskah buku JRM itu via rilis, Selasa (25/12/2018).

Mengawali karir sebagai pengusaha kelahiran 17 November 1968 ini membuat namanya kerap menjadi "buah bibir" dikalangan masyarakat setiap kali Ketua Ikatan Keluarga Toraja Papua ini pulang kampung.

Halaman
12
Penulis: Abdul Azis
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved