Cerita wisatawan Selamat dari Tsunami Banten karena Nginap di Kamar Kontainer, Ini Lengkapnya

tsunami yang menyapu area pesisir pantai Banten dan Lampung menyimpan duka dengan banyaknya korban berjatuhan.

Cerita wisatawan Selamat dari Tsunami Banten karena Nginap di Kamar Kontainer, Ini Lengkapnya
GridID
Cerita wisatawan Selamat dari Tsunami Banten karena Nginap di Kamar Kontainer, Ini Lengkapnya 

TRIBUN-TIMUR.COM - Satu lagi musibah yang menggemparkan masyarakat Indonesia.

tsunami yang menyapu area pesisir pantai Banten dan Lampung menyimpan duka dengan banyaknya korban berjatuhan.

Selain masyarakat sekitar, sejumlah wisatawan juga menjadi korban.

Musibah tsunami yang melanda Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung yang berada di pesisir Banten menelan banyak korban wisatawan yang sedang berlibur.

Meski begitu banyak wisatwan yang menginap di hotel dengan kamar yang terbuat dari kontainer selamat dari gelombang tsunami tersebut.

Hal itu diceritakan oleh Purnomo Direktur PT West Java yang mengelola kawasan tersebut saat ditemui Grid.ID dalam konferensi pers di Menara Batavia, Jakarta Pusat (24/12/2018).

"Banyak yang bisa selamat kemarin wisatawan yang tinggal di kamar-kamar yang terbuat dari konteiner," ujar Purnomo.

Baca: Sore Ini, Sandiaga Uno di Bulukumba, Berikut Agendanya

Baca: VIDEO: Patroli Pengamanan Gereja, Pangdam XIV Hasanuddin Kendarai Motor Trail

Baca: Ketum Panitia Natal Gereja Katedral Makassar: Kami Senang, Kami Juga Sedih

Ia menjelaskan, kamar kontainer terbuat dari besi sehingga layaknya kapal yang mampu menahan gelombang tsunami.

"Karena konteiner itu seperti kapal, ada beberapa tim kita yg liat di kamar kontainer mereka bisa diselamatkan karena tsunami ini bergerak mengambang jadi dia tetap disana dan orang didalamnya dapat selamat," ujarnya lagi.

Purnomo mengatakan, bencana yang terjadi pada Sabtu 21 Desember 2018 ini akan memberikan banyak pelajaran ke depan.

ia pun berencana akan membuat lebih banyak konsep kamar kontainer di Tanjung Lesung.

"Dan semoga itu buat pelajaran ke kita buat kedepan buat hotel hoteldidaratan pantai pakai kamar kontainer," tuturnya.

Baca: Sampah Menumpuk di Bibir Pantai Pulau Kayuadi

Baca: Hati-Hati Melintas di Jl HM Arsyad Parepare, Saluran Air Amblas

Baca: KPU Palopo Bakal Gelar Ngopi Akhir Tahun

Sejauh ini, menurutnya masyarakat dan karyawan yang bekerja di Tanjung Lesung sudah dilengkapi dengan edukasi kebencanaan.

"Sebenernya di Tanjung Lesung udah ada edukasi bencana dan pelatihan itu udah teratih karyawan kami dan titik titiknya udah tau," jelasnya.

Namun kondisi kejadian yang cepat saat tsunami datang membuat pengetahuan tentang evasuasi yang sudah didapat dari pelatihan tak sempat dipraktikkan.

"Tapi emang kondisi kemarin susasannya tidak bisa diprediksi dan cepat sekali suasananya tenang dan cerah setelah itu baru terjadi hujan lebat. sehingga apa yg sudah dilatih di training tidak bisa cepat dilakukan," tutupnya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii

(GridID)

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved