Breaking News:

Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Minta Penyelenggara Saat Ini Perhatikan 2 Hal Jelang Pemilu

Sigit Pamungkas saat diskusi sekaligus deklarasi pembentukan Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) DKI Jakarta, di Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

HO/JADI
Diskusi bertajuk 'Evaluasi, Knowledge Sharing dan Refleksi untuk Penyelenggaraan Pemilu Serentak 2019' sekaligus deklarasi pembentukan Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) DKI Jakarta, di Jakarta, Sabtu (22/12/2018). 

TRIBUN-TIMUR.COM - Mantan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Sigit Pamungkas meminta komisioner pada saat ini agar memperhatikan 2 hal dalam menghadapi Pemilu 2019.

"Pertama, penyelenggara harus berkomitmen dalam menerbitkan peraturan sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 (tentang Pemilu), satu tahun sebelum tahapan pemilu dilaksanakan. Kedua, penyelenggara harus mampu melihat pengaruh gerakan populis global dan pengaruh media sosial sebagai strategi dalam mengelola pemilu yang sebelumnya tidak ada di Pemilu 2014," kata Sigit Pamungkas.

Hal itu dikatakan Sigit Pamungkas saat diskusi sekaligus deklarasi pembentukan Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) DKI Jakarta, di Jakarta, Sabtu (22/12/2018).

Hadir, Ketua KPU DKI Jakarta Betty Epsilon Idroos dan Ketua Bawaslu DKI Jakarta, Muhammad Jufri.

Sigit Pamungkas sedang menjabat Ketua Presidium Nasional JaDI dan dia menyampaikan saran kepada penyelanggara pemilu pada saat ini, sebagai pihak yang juga pernah menjadi penyelenggara.

Saat ini, sejumlah mantan komisioner KPU dan anggota Bawaslu mendirikan dan bergabung dalam organisasi JaDI.

Sigit Pamungkas mengatakan, potensi penyelenggara sangat besar, namun selama ini tidak ada wadah yang mampu menghimpun mantan penyelenggara pemilu, baik itu sebagai ajang silaturahmi, maupun sebagai organisasi yang mampu menghimpun kemampuan dan keahliannya dalam pemilu.

Makanya, didirikanlah JaDI.

Ketua Presidium JaDI DKI Jakarta sekaligus mantan Ketua KPU DKI Jakarta, Dahlia Umar dalam siaran persnya, Sabtu kemarin, mengatakan, JaDI DKI Jakarta berkomitmen mendedikasikan potensi aktivis mantan penyelenggara pemilu di DKI Jakarta untuk demokrasi, keadilan, integritas, dan tata kelola pemerintahan yang baik. 

JaDI tak hanya fokus pada isu terkait dengan pemilu, namun juga pada penegakan HAM, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan.(*)

Editor: Edi Sumardi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved