Disebut Halangi Penanganan Kasus Korupsi Puskesmas Tosora, Sudirman Tuding Balik Kejari Wajo

kuasa hukum SA, tersangka kasus korupsi pembangunan Puskesmas Tosora, Sudirman menuding balik Kejari Wajo.

Disebut Halangi Penanganan Kasus Korupsi Puskesmas Tosora, Sudirman Tuding Balik Kejari Wajo
(Sumber: Sudirman)
Kuasa Hukum SA, Sudirman melaporkan 7 jaksa Kejaksaan Negeri Wajo, di Polda Sulsel, Kamis (20/12/2018) kemarin. 

Laporan wartawan TribunWajo.com, Hardiansyah Abdi Gunawan

TRIBUNWAJO.COM, WAJO - Dituding menghambat jalannya proses pemberantasan korupsi yang ditangani Kejaksaan Negeri Wajo, kuasa hukum SA, tersangka kasus korupsi pembangunan Puskesmas Tosora, Sudirman menuding balik Kejari Wajo.

"Kami mendukung pemberantasan tindak pidana korupsi, tapi tidak berarti kejaksaan harus menghalalkan segala cara termasuk menyuruh inspektorat memasukkan keterangan palsu ke dalam dokumen hasil audit," kata Sudirman saat dihubungi Tribunwajo.com, Minggu (23/12/2018).

Dirinya pun menantang pihak Kejari Wajo untuk menunjukkan dasar hukum terkait tudingannya menghalang-halangi proses pemberantasan korupsi yang tengah ditangani tersebut.

"Kalau menganggap jaksa dihalangi apa dasarnya? Apakah jaksa yang melanggar aturan harus didiamkan? Kalau tidak mau dilapor, jangan berbuat salah," sambungnya.

Sebagaimana diketahui, Sudirman melaporkan 7 jaksa di Kejari Wajo terkait pemalsuan hasil audit pembangunan Puskesmas Tosora, ke Polda Sulsel, Kamis (20/12/2018) kemarin.

Adalah Kepala Kejaksaan Negeri Wajo, Eko Bambang Marsudi, Kasi Pidsus Kejari Wajo, Nova Aulia Pagar Alam dan 5 jaksa lainnya, yakni I Putu Kisnu Gupta, Andi Saifullah, Suriyani, Kiki Astuti Wulandari Sutin, dan Monica Meiti Tambing.

Sampai saat ini, pihak SA pun belum melaporkan 'tindakan menyeleweng' ke 7 jaksa di Kejari Wajo tersebut Kejaksaan Tinggi. Namun, Sudirman berharap, pihak Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan bisa menngambil inisiatif untuk menindak secara etik ke 7 jakksa tersebut, mengingat pemberitaan di media sudah marak.

Sebelumnya, menanggapi pelaporan pihaknya ke kepolisian, Kajari Wajo, Eko Bambang Marsudi pun menuding pihak tersangka berusaha menghalang-halangi proses pemberantasan korupsi yang ditangani pihaknya.

"Kami melihat itu sebagai upaya menghambat menyelesaikan kasus korupsi yang kita tangani," katanya kepada Tribunwajo.com, saat dihubungi via telepon seluler, Jumat (21/12/2018) kemarin.

Dari informasi yang dihimpun, pihak SA pun pernah mengajukan sidang praperadilan dan dimenangkan pihaknya. Hakim membatalkan surat perintah penahanan dirinya, tapi surat perintah oenyidikan tetap disahkan oleh hakim berdasarkan hasil audit Inspektorat Daerah. Hal tersebutlah yang dituding Sudirman dipalsukan oleh auditor atas perintah para jaksa tersebut.

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved