Sekretaris DPD Amphuri: Boikot FVS Tasheel

Salah satu asosiasi yang dengan tegas menolak kebijakan tersebut ialah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia atau disingkat

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasrul

TRIBUN-TIMUR. COM, MAKASSAR -Kebijakan Kedutaan Besar Arab Saudi (KBAS) yang mewajibkan Biometrik kepada calon jamaah umrah di Indonesia mendapat protes keras dari asosiasi travel umrah di tanah air.

Salah satu asosiasi yang dengan tegas menolak kebijakan tersebut ialah Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia atau disingkat Amphuri dan Permusyawaratan antar Syarikat Travel Umrah dan Haji Indonesia (PATUHI).

Sekertaris DPD Amphuri Sulampua, Nurhayat mengatakan, penolakan tersebut terkait kantor pelayanan FVS Tasheel sebagai pihak ketiga yang ditunjuk KBAS untuk melakukan perekaman Biometrik di Indonesia.

Baca: Prediksi Cuaca BMKG, Pagi Ini Selayar Hujan Ringan

Baca: Direkrut Eksekutif CRC: Jokowi-Prabowo Bersaing Ketat di Sulsel

Baca: Detik-detik Najwa Shihab Kaget Wawancara Jenderal Polisi Tito Bicara Soal Pengaturan Skor, Cek Video

"Dinamika berkembang setelah beberapa hari pelaksanaan biometrik terlihat antrian panjang calon jamaah membuat kita prihatin sehingga meminta pemerintah Arab Saudi membatalkan biometrik ini hingga benar-benar siap," kata Nurhayat, Kamis (20/12).

Nurhayat yang juga Direktur Al Jasiyah Travel menegaskan bahwa jika aspirasi dari asosiasi dan travel umrah di Indonesia termasuk tidak dihiraukan maka semua sepakat melakukan boikot umrah.

"Ini sikap tegas dari semua asosiasi dan ini telah diedarkan petisi menolak VFS Tasheel. Semua asosiasi travel juga sudah menyurat ke masing-masing anggota untuk tidak menjadwalkan keberangkatan umrah," tegas Nurhayat.

Aturan biometrik mulai diterapkan pada Senin (17/12/2018) lalu sehingga semua calon jamaah umrah yang akan berangkat akhir tahun ini wajib melakukan biometrik di kantor FVS Tasheel. (*)

Penulis: Hasrul
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved