Penahanan Habib Bahar, TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Bantah Isu Kriminalisasi Ulama

Abd Kadir melanjutkan, tuduhan Jokowi suka mengkriminalisasi ulama tidaklah benar, justru sebaliknya, Jokowi dekat dengan ulama.

Penahanan Habib Bahar, TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Bantah Isu Kriminalisasi Ulama
tribun timur/fahrizal syam
Tim Kampanye Nasional (TKN) dan Tim Kampanye Daerah (TKD) Sulawesi Selatan, pasangan capres Jokowi-Ma'ruf Amin, bertandang ke Kantor Tribun Timur, Jl Cendrawasih No 430, Makassar, Jumat (21/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Penahanan Habib Bahar Bin Smith atas dugaan kasus penganiayaan anak, ditanggapi sejumlah pihak sebagai bentuk kriminalisasi ulama.

Sejumlah pihak, khususnya kubu oposisi, menganggap pemerintahan Jokowi-JK sebagai rezim yang anti terhadap ulama.

Menanggapi tuduhan itu, Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menyebut penahanan Habib Bahar adalah sebuah penegakan hukum, bukan kriminalisasi.

Baca: Preview PSM Makassar Vs Persiter Ternate, Turun 3 Pemain Senior! Selebihnya Adalah?

Baca: Imran Eka Saputra: DPP KNPI Butuh Figur Seperti Noer Fajriensyah, ini Alasannya?

"Kalau penahanan Bahar Smith disebut kriminalisasi. Ini bahaya, berarti mending kita jadi tokoh agama saja biar tak kena masalah hukum," kata Wakil Ketua TKN, Abd Kadir Karding sat berkunjung ke Tribun Timur, Jumat (21/12/2018).

“Prinsip kita persamaan di depan hukum, entah ulama, menteri, atau siapapun itu, yah kalau salah ditahan, karena prinsip kita hukum punya mekanismenya sendiri,” lanjutnya.

Abd Kadir melanjutkan, tuduhan Jokowi suka mengkriminalisasi ulama tidaklah benar, justru sebaliknya, Jokowi dekat dengan ulama.

"Jokowi dikenal tokoh dengan dekat Islam, bahkan majalah internasional menyebut salah satu tokoh muslim berpengaruh di dunia itu adalah Pak Jokowi. Salah satu sebabnya karena perhatian jokowi ke umat muslim yang bagus," imbuhnya.

"Apalagi umat muslim di Indonesia memang besar dan paling banyak yang belum sehahtera, mau tidak mau pemerintah dalam hal ini Presiden Jomowi harus perhatikan," sambung dia.

Menurut Kadir, ada beberapa kebijakan Jokowi, yang justru mencerminkan dia begitu dekat dengan ulama atau umat Islam.

"Ada hibah wakaf, bantuan khusus, hingga kebijakan undang-undang pesantren, di samping dipilihnya Kyai Ma'ruf, ini semua menunjukkan Jokowi tidak benci ulama apalagi Islam. Di samping itu dipilhnya Kyai Ma'ruf jug agar mendorong umat Islam agak ke tengahlah," pungkasnya. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved