Tembus 108,31 Persen di November 2018, Realisasi KUR di Sulsel Lampaui Target

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) merilis realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2018 di Sulsel

Tembus 108,31 Persen di November 2018, Realisasi KUR di Sulsel Lampaui Target
muh Fadhly/ Tribun Timur
Suasana journalist update di Warunk Koffie Batavia di Mal Phinisi Point (PiPo) Jl Metro Tanjung Bunga Makassar, Rabu (19/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 6 Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua) merilis realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) 2018 di Sulsel hingga November di angka Rp 5,85 triliun.

Angka tersebut telah mencapai 108,31 pesen dari target KUR 2018 sebesar Rp 5,40 triliun.

Kepala OJK RO 6 Sulampua Zulmi belum lama ini menuturkan, KUR tersebut disalurkan kepada 227.873 debitur dengan Rasio kredit bermasalah atau non-performing loans (NPL) berada pada posisi yang sangat rendah 0,26 persen.

Penyaluran KUR telah menjangkau seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Selatan dengan realisasi tertinggi di Kota Makassar Rp 611,88 miliar dengan share 12,28 persen.

Baca: Ke Selayar dan Pusing Cari Ole-ole? Cobain Terasi Tideruana

Baca: Vigit Valuyo - Begini Cara Mafia Atur Skor Sepakbola Indonesia, Apa Reaksi PSSI?

Baca: Kapolres Gowa Tegaskan Polisi Siap Jamin Keselamatan Komisioner

Baca: Sabhara Polres Sidrap Patroli ke Dusun Pabbaresseng Malam-malam

Baca: Grand Max Vs Mio, Pegawai RSUD I Lagaligo Luwu Timur Tewas

Disusul Kabupaten Bone Rp 449,65 miliar dengan share 9,03 persen, dan Kabupaten Sidrap Rp 346,04 miliar dengan share 6,95 persen.

Peruntukan KUR didominasi sektor ekonomi non produksi melalui sektor perdagangan senilai Rp 3,008 triliun, dengan share 51,42 persen.

Sedangkan KUR di sektor ekonomi produksi telah disalurkan senilai Rp 2,842 triliun dengan share 48,58 persen.

Di sektor ekonomi produksi terbagi atas lima sektor yakni, sektor pertanian, pemburuan dan kehutanan, sektor perikanan, sektor Industri pengelolaan, sektor konstruksi, serta sektor jasa.

Peruntukan dana dan share masing-masing sektor yakni Rp 1,729 triliun (29,56 persen), Rp 129,16 miliar (2,21 persen), Rp 248,83 miliar (4,25 persen), Rp 3,32 miliar (0,06 persen), dan Rp 731,47 miliar (12,50 persen).

Dengan jumlah debitur sektor pertanian 76.601 debitur, sektor pemburuan dan kehutanan, sektor perikanan 5.852 debitur, sektor Industri pengelolaan 9.027 debitur, sektor konstruksi 81 debitur, serta sektor jasa 28.963 debitur. (*)

Baca: Belawa Wajo Bakal Diguyur Hujan Hari Ini, Bagaimana Kecamatan Lain ?

Baca: Bulukumba-Bantaeng Diprediksi Berawan Sepanjang Hari

Baca: Suhu di Jeneponto Cukup Sejuk Hari Ini, Selamat Beraktivitas!

Baca: UIT Akan Beri Santunan Mahasiswanya yang Tewas Dimassa di Gowa

Baca: Pilrek Unsulbar Ditunda, Muhammad Abdy: Ini Diluar Dugaan

Baca: Berapa Ronde? Jawaban Artis Inneke Koesherawati Saat Ditanya Hakim Soal Bilik Asmara Lapas

Baca: Ada Apa? Perusahaan Sandiaga Uno Dibeli Luhut Binsar Panjaitan Jenderal Loyalis Jokowi

Baca: Berpeluang Starter Lawan Persiter, Hilmansyah: Tergantung Pelatih!

Baca: Disebut Godfather Mafia Sepak Bola Indonesia, Andi Darussalam Siap Buka-bukaan Pengaturan Skor

Baca: Buta Kekuatan Persiter, Pelatih PSM Dapat ‘Bocoran’ dari Zulham Zamrun

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

(*)
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved