Tahun 2019, BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat

Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang permintaan domestik.

Tahun 2019, BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tetap Kuat
BANK INDONESIA
Logo Bank Indonesia. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat ditopang permintaan domestik.

Indikator ekonomi triwulan IV 2018 menunjukkan konsumsi swasta tetap kuat ditopang daya beli dan keyakinan konsumen yang terjaga serta dampak positif persiapan Pemilu 2019.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman dalam siaran persnya, Kamis (20/12/2018) menturkan, Investasi tetap kuat didorong proyek infrastruktur Pemerintah sedangkan investasi nonbangunan melambat dipengaruhi perkembangan sektor manufaktur dan pertambangan.

Baca: Tim Buser Polres Pangkep Tangkap Pelaku Jambret HP di Makassar

Baca: Guru SDN 005 Rantepao Jajal Bisnis Online Tanaman Anggrek Mamasa, Gaet Anak Muda Jadi Reseller

Baca: Ini Kemudahan dan Fasilitas Dealer Baru Suzuki di Gowa

Baca: VIDEO: Marching Band dan Pasukan Berkuda Jemput Kedatangan Ketua Bawaslu Sulsel di Jeneponto

Baca: Sederet Fakta Tentang Siska Icun, Ibu Muda yang Tewas di Apartemen Kebagusan City, ini Profesinya

Baca: TRIBUNWIKI: Ini Profil Hilmi Farizan Hakim, Kepala Cabang Asuransi Astra Makassar

Baca: Pembayaran Gaji Guru Tidak Tetap di Sulbar Belum Mendapat Kejelasan

 Baca: Warga Kacibo Bulukumba Butuh Jaringan Internet Seluler

Baca: Milenial: Libur Akhir Tahun, Besse Khusnul Rencana Mudik ke Sengkang

Baca: Lebih Enak Jadi Wakil Presiden SBY atau Jokowi? ini Jawaban Wapres Jusuf Kalla (JK)

Baca: Di Wajo, 6 Bidan PTT Bakal Diangkat Jadi CPNS

Sementara itu, kontribusi ekspor neto diperkirakan masih negatif dipengaruhi ekspor yang melambat sejalan dengan permintaan global yang melandai dan harga komoditas ekspor yang menurun, di tengah impor yang tetap tinggi didorong permintaan domestik yang masih kuat.

"Ke depan, Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2019 tetap baik yakni pada kisaran 5,0-5,4 persen, ditopang oleh terjaganya permintaan domestik dan membaiknya ekspor neto," katanya.

Neraca perdagangan Indonesia November 2018 mencatat defisit dipengaruhi kondisi global yang kurang kondusif.

Defisit neraca perdagangan tercatat 2,05 miliar dolar AS dipengaruhi penurunan kinerja ekspor akibat pertumbuhan ekonomi dunia yang melandai dan harga komoditas ekspor Indonesia yang menurun.

Sementara itu, impor mulai menurun sejalan dengan kebijakan pengendalian yang ditempuh, meskipun masih tumbuh tinggi guna memenuhi kebutuhan kegiatan produktif yakni untuk investasi.

Pada saat yang bersamaan, aliran masuk modal asing ke pasar keuangan domestik pada November 2018 secara total tercatat sekitar 7,9 miliar dolar AS, yang terjadi pada semua jenis aset, termasuk ke pasar saham dan penerbitan obligasi global korporasi.

Posisi cadangan devisa pada akhir November 2018 cukup tinggi sebesar 117,2 miliar dolar AS, atau setara dengan pembiayaan 6,5 bulan impor atau 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

"Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah guna memperkuat ketahanan sektor eksternal, termasuk neraca perdagangan sehingga defisit transaksi berjalan dapat menurun pada 2019 dengan prakiraan kisaran 2,5 persen dari PDB," kata Agusman.

Subscribe untuk Lebih dekat dengan tribun-timur.com di Youtube:

Jangan lupa follow akun instagram tribun-timur.com

(*)
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved