Desember Rupiah Tertekan, Oktober Stabilitas Keuangan Terjaga

Rupiah pada November 2018 menguat sebesar 6,29 persen secara point to point dibandingkan level bulan sebelumnya

Desember Rupiah Tertekan, Oktober Stabilitas Keuangan Terjaga
dok_facebook/tribun-timur/reviniti
grafik pelemahan Rupiah atas Dolar Amerika, 17 Desember 2018 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Nilai tukar rupiah bergerak sesuai dengan mekanisme pasar dan konsisten mendukung penyesuaian sektor eksternal.

Rupiah pada November 2018 menguat sebesar 6,29 persen secara point to point dibandingkan level bulan sebelumnya, dipengaruhi aliran masuk modal asing yang cukup besar akibat dampak positif perekonomian domestik yang tetap kondusif dan eskalasi ketegangan hubungan dagang AS-Tiongkok yang sempat mereda.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Agusman dalam siaran persnya, Kamis (20/12/2018) menturkan, pada Desember 2018, rupiah mendapat tekanan dipengaruhi kembali meningkatnya ketidakpastian global serta meningkatnya permintaan valuta asing musiman untuk kebutuhan akhir tahun.

Baca: Potret Sisca Icun Sulastri, Tewas Tanpa Busana di Springbed Apartemen, Siapa Pria yang Terekam CCTV?

Baca: Lima Tahun Tinggal di Soppeng, Douglas, Warga Amerika Kuasai Bahasa Bugis

Baca: Skandal Final Piala AFF 2010, Cuplikan Gol dan Pengakuan ADS GodFather Sepakbola Indonesia

"Ke depan, Bank Indonesia terus mewaspadai risiko ketidakpastian pasar keuangan global dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya, dengan tetap mendorong berjalannya mekanisme pasar dan mendukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan," katanya.

Stabilitas sistem keuangan tetap terjaga disertai intermediasi perbankan yang meningkat dan risiko kredit yang terkelola dengan baik.

Rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio/CAR) perbankan tetap tinggi mencapai 22,9 persen pada Oktober 2018 dan rasio likuiditas (AL/DPK) masih aman yakni sebesar 19,2 persen pada Oktober 2018.

Selain itu, rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) tetap rendah yaitu sebesar 2,6 persen (gross) atau 1,2 persen (net).

Dari fungsi intermediasi perbankan, pertumbuhan kredit pada Oktober 2018 tercatat sebesar 13,3 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 12,7 persen (yoy).

Adapun pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Oktober 2018 sebesar 7,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,6 persen (yoy).

Sementara itu, pembiayaan ekonomi melalui pasar modal, penerbitan saham (IPO dan rights issue), obligasi korporasi, Medium Term Notes (MTN), dan Negotiable Certificate of Deposit (NCD) selama Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar Rp 178,9 triliun (gross), turun dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada 2017 sebesar Rp 231,6 triliun (gross).

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved