Kadis Bapenda Bulukumba Tanggapi Komentar Terkait Sosialisasi Pajak Dengan Payung

A Sufardiman, menanggapi pendapat anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba

Kadis Bapenda Bulukumba Tanggapi Komentar Terkait Sosialisasi Pajak Dengan Payung
Humas DPRD Bulukumba
Rapat Banggar di DPRD Bulukumba, beberapa waktu lalu.   

Laporan Wartawan Tribun Timur, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - ‎Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bulukumba, A Sufardiman, menanggapi pendapat anggota Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba terkait usulan pengadaan payung dan baju pada anggaran 2019, yang dinilai tidak rasional.

Menurutnya, pengadaan payung dan baju ‎yang diusulkan, merupakan upaya untuk menarik perhatian masyarakat untuk menjadi peserta wajib pajak yang taat.

Baca: Turnamen Media Cup I Parepare, Tuan Rumah Melenggang ke Final

Baca: Rocky Gerung Bahas Politik Global di Unibos

Baca: Rocky Gerung: Mahasiswa Kritis Bukan Api di Jalan Tapi Dipikiran

Baca: BREAKING NEWS: Minggu, Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadiri Natal Oikumene di Tana Toraja

Baca: Video SPBU Jl Abdullah Dg Sirua Terbakar, Mobil Pemadam Kebakaran Tiba

Demikian disampaikan oleh A Sufardiman yang dikonfirmasi, Rabu (19/12/2018).

"Pengadaan baju dan payung yang kami usulkan kemarin itu sebetulnya bukan tidak rasional. Tapi itu salah satu upaya kami menarik minat masyarakat mengikuti sosialisasi tentang pajak," ujarnya.

‎Meski demikian, Sufardiman mengaku jika pihaknya tidak mempermasalahkan usulan anggota Banggar untuk mengganti pengadaan baju dan payung menjadi pengadaan plang atau papan reklame untuk dijadikan media sosialisasi wajib pajak.

"Saya kira ini tidak ada masalah, kami akan menyesuaikan dengan apa yang telah disepakati dengan Banggar. Karena secara subtansi tujuan kita agar masyarakat memperoleh informasi sadar pajak," tambah Sufardiman.

Sebelumnya, pada rapat pembahasan anggaran pokok tahun 2019 lalu, sebagian besar anggota Banggar menilai usulan pengadaan baju dan payung tidak rasional untuk dijadikan media sosialisasi pajak.

Pasalnya, sosialisasi menggunakan payung dan baju dianggap tidak akan memberikan efek kepada seluruh masyarakat.

Sehingga, Banggar mengusulkan agar Bapenda mengganti dengan media papan informasi agar bisa digunakan secara menyeluruh.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved