Pertamina MOR VII Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU

sejak awal Desember 2018, terjadi antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Parepare, Palopo, Sidrap

Pertamina MOR VII Ungkap Penyebab Antrean Panjang di SPBU
Pertamina MOR VII
Suasana pertemuan antara PT Pertamina MOR VII dengan Kepala Dinas ESDM Sulsel di kantor dinas, Selasa (18/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - sejak awal Desember 2018, terjadi antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Parepare, Palopo, Sidrap dan beberapa wilayah lain di Sulawesi Selatan.

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan berhasil membongkar penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Berdasarkan laporan kepolisian, Unit Resmob Satuan Reskrim Polres Barru pada Minggu (16/12/2018), menangkap dan menahan empat pelaku penimbun BBM jenis Premium di Desa Kupa Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru.

Keempat pelaku bermodus kendaraan roda empat dengan tanki modifikasi. Kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah Sulawesi Barat seperti Polewali Mandar dan Majene.

Baca: Di Gerai Dekranasda, Warga Soppeng Bisa Lakukan Pembayaran Non Tunai

Baca: VIDEO: Ekspor-Impor Meningkat di November, Ini Penjelasan BPS Sulsel

Baca: Transfer Uang dari Jakarta ke Sulbar Tahun 2019 Capai Rp 7 Triliun

Senior Sales Executive Retail I Pertamina MOR VII Sulawesi, Witdoso dalam siaran persnya, Selasa (18/12/2018) usai rapat dengan Dinas ESSM Sulsel menuturkan, penyaluran BBM di wilayah Parepare, Palopo Sulsel dan Polewali Mandar Sulbar menunjukkan peningkatan.

"Di Parepare, penyaluran BBM jenis gasoline (bensin) di November 2018 tercatat meningkat 15 persen dari rerata normal. Untuk jenis gasoil (solar) bahkan meningkat 115 persen dari rerata normal," ujar Witdoso.

Peningkatan penyaluran BBM ke SPBU juga terjadi di Palopo, utamanya jenis gasoil yang melonjak 46 persen dari rerata normal.

Hal serupa terjadi di Polewali Mandar, yang bulan lalu mencatat kenaikan penyaluran solar ke SPBU sebesar 5 persen dari rerata normal.

"Dengan meningkatnya penyaluran BBM ke wilayah tersebut, bertolak belakang dengan isu kelangkaan. Hal ini karena antrean diberitakan sebagai kelangkaan. Padahal antrian mengindikasikan peningkatan konsumsi, bukan kelangkaan," katanya.

Lebih lanjut menurut Witdoso, dari pengamatan di SPBU dan didukung beberapa kasus yang berhasil dikuak Polda, terindikasi antrian disebabkan antara lain oleh penyalahgunaan BBM.

Modus yang diidentifikasi Pertamina adalah kendaraan yang mengisi BBM berulang kali ke SPBU yang berbeda. Ada pula modus menggunakan kendaraan dengan tanki yang sudah dimodifikasi.

Kepala Dinas ESDM Sulawesi Selatan Gunawan Palaguna menambahkan, pada kesempatan tersebut mengarahkan agar Pertamina memperketat pengawasan penyaluran BBM ke SPBU.

"Saya minta agar pengawasan di SPBU diperketat. Jika penyalahgunaan BBM melibatkan oknum SPBU, agar ditindak dengan tegas," ujar Gunawan.

Gunawan juga mendukung penindakan oleh aparat terhadap pelaku penyalahgunaan. Dinas ESDM akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meningkatkan pengawasan ke SPBU. (*)

Halaman
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved