Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Komunitas Royatul Islam Palopo Gelar Unjuk Rasa, Ini Tuntutannya

Mulanya peserta unjuk rasa berkumpul di pelataran Masjid Agung Luwu-Palopo, Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo.

Penulis: Hamdan Soeharto | Editor: Nurul Adha Islamiah
Hamdan Soeharto/TribunPalopo.com
Ratusan masyarakat Palopo yang tergabung dalam Komunitas Royatul Islam (KARIM)menggelar unjukrasa, Senin (17/12/2018) sore. 

Laporan Wartawan TribunPalopo.Com, Hamdan Seoharto

TRIBUNPALOPO.COM, WARA - Ratusan masyarakat Palopo yang tergabung dalam Komunitas Royatul Islam (KARIM) menggelar unjuk rasa, Senin (17/12/2018) sore.

Mulanya peserta unjuk rasa berkumpul di pelataran Masjid Agung Luwu-Palopo, Jl Sultan Hasanuddin, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo.

Setelah itu mereka yang setelah selesai unjuk rasa membuat barisan dan long march mengelilingi Kota Palopo.

Baca: Tutup Hamelli Cup III, Ketua DPRD Sidrap Ingin Turnamen Lokal Lahirkan Pesepakbola Andal

Baca: Djarot Ungkap Rencana Politik Ahok Setelah Keluar dari Penjara 2019

Baca: Nyalakan Flare, PSM Didenda Rp 300 Juta

Unjukrasa itu dilakukan dengan orasi secara bergiliran. Alat peraga berupa spanduk, bendera Ar-Rayah dan Al-Liwa juga meramaikan aksi itu.

Dalam orasinya, Koordinator Lapangan (Korlap) Hamrullah mengatakan, pemerintah Tiongkok saat ini mengirim muslim uighur ke kamp-kamp konsentrasi ilegal. Masyarakat uighur dipaksa untuk melupakan identitas mereka mencela agamanya dan berjanji setia kepada Partai komunis China. Negara-negara Islam lebih memilih diam dan melanjutkan persahabatan mereka dengan Beijing.

"Untuk itu kami melaknat dan mengutuk keras tindakan biadab dan brutal rezim Cina yang telah menindas kaum muslimin uighur. Kami meminta Presiden Jokowi dan seluruh pemimpin Negeri muslim segera mengirimkan tentara untuk menyelamatkan dan melindungi muslim uighur dari kezaliman rezim Cina," katanya.

Tuntutan lainya adalah meminta Presiden Jokowi mengusir kedutaan besar China dengan cara tidak hormat sebagai bentuk protes keras terhadap pemerintahan Cina.

"Banyaknya penindasan terhadap umat Islam di berbagai belahan dunia menjadi bukti bahwa negara bangsa gagal melindungi mereka. Maka umat Islam secara bersama-sama wajib mengangkat seorang khalifah dengan terlebih dahulu mewujudkan Khilafah islamiyah sebagai pelindung umat," kuncinya.

Unjuk rasa itu berjalan damai, beberapa aparat Kepolisian juga berada di lokasi untuk melakukan pengamanan. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved