Wakil Bupati Luwu Amru Saher Hadiri Sosialisasi Nama dan Kelas Jalan di Aula Bappeda Luwu

Hadir dalam sosialisasi Ketua Komisi III DPRD Luwu Yamin Annas, Kajari Luwu Gede Edy Bujanayasa, Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso.

Wakil Bupati Luwu Amru Saher Hadiri Sosialisasi Nama dan Kelas Jalan di Aula Bappeda Luwu
dok humas pemkab luwu
Suasana sosialisasi peraturan daerah nomor satu tentang nama dan kelas jalan di Aula Bappeda Luwu, Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Senga, Belopa, Luwu, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Wartawan TribunLuwu.com, Desy Arsyad

TRIBUNLUWU.COM, BELOPA - Wakil Bupati Luwu, Amru Saher, menghadiri sosialisasi peraturan daerah nomor satu tentang nama dan kelas jalan.

Sosialisasi ini digelar oleh Dinas Perhubungan Kabupaten Luwu di Aula Bappeda Luwu, Jl Jenderal Sudirman, Kelurahan Senga, Belopa, Luwu, Rabu (12/12/2018).

Hadir dalam sosialisasi Ketua Komisi III DPRD Luwu Yamin Annas, Kajari Luwu Gede Edy Bujanayasa, Kapolres Luwu AKBP Dwi Santoso.

Baca: Temuan Bawaslu, Masih Banyak Bendera dan Alat Peraga Sosialisasi (APS) Melanggar di Polman

Baca: 29 Kades di Soppeng Padati Taman Kalong! Mereka Akan Dilantik dan 4 Lainnya Terima Penghargaan

Lalu Kasaltlantas Polres Luwu AKP Muhammadi Muhktari, Kadis Kominfo Luwu Anwar Usman, para camat dan lurah beserta seluruh jajaran SKPD Pemkab Luwu.

Kepala Dinas Perhubungan M Aras Nursalam, menyampaikan, sosialisasi ini merupakan tahap pertama.

Dan akan dilakukan sosialisasi tahap berikutnya di tingkat kecamatan agar kegiatan ini bisa berjalan dengan efektif.

Wakil Bupati Luwu, Amru Saher mengatakan, sejak pemisahan Kabupaten Luwu, dan Kota Belopa beralih menjadi ibukota Kabupaten Luwu belum memiliki penetapan nama jalan dan kondisi marka jalan yang baru.

Tak hanya itu, ditingkat desa juga banyak mengalami perubahan, sehingga dibutuhkan penamaan jalan.

Dan khusus jalan trans harus diberikan penanganan terhadap jenis kendaraan dengan jalur yang kita tentukan.

"Kedapan masalah nama jalan, ruas dan marka jalan bisa terselesaikan dan terlaksana dengan baik. Karena masih ada jalan mempunyai tiga nama, sehingga orang menjadi bingung," ujar Amru.

"Dan untuk pemberian nama jalan bisa dipertimbangkan dengan baik, kita harus memilih nama nama orang yang berpengaruh kepada masyarakat dan mendengar usulan masyarakat yang ada di area jalan tersebut," tuturnya. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Desy Arsyad
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved