Soal Kekerasan Perempuan dan Anak, DPPPA Sebut Ibarat Memahat Gunung Es

Pertamina menggelar kegiatan Bincang Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, di RM Ayam Goreng Fatmawati, Jl Boulevard, Makassar,

Soal Kekerasan Perempuan dan Anak, DPPPA Sebut Ibarat Memahat Gunung Es
Sanovra/tribun-timur
Pertamina menggelar kegiatan Bincang Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, di RM Ayam Goreng Fatmawati, Jl Boulevard, Makassar, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Fahrizal Syam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pertamina menggelar kegiatan Bincang Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak, di RM Ayam Goreng Fatmawati, Jl Boulevard, Makassar, Rabu (12/12/2018).

Bincang-bincang ini menghadirkan pembicara dari TP PKK Sulawesi Selatan, Persatuan Wanita Patra Pertamina MOR VII, Pendiri Sekolah Anak Percaya Diri, dan Dinas DPPPA Kota Makassar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, Tenri A Palalo mengatakan, saat ini pemkot melalui DPPPA Makassar ibarat tengah memahat gunung es kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Hal itu dilakukan untuk mencegah berkembangnya timdakan kekerasan.
"Mengapa? karena kami ingin menyelesaikan dengan baik. Semua program yang kami laksanakan, intinya menjadikan kota layak anak dan ramah terhadap perempuan dan kelompok rentan lainnya. Kita Berangkat dari fakta, menyelesaikan fakta dan berharap itu tak berulang," imbuhnya.

Tenri juga berharap kesadaran dan kepedulian setiap orang terhadap lingkungan, khususnya anak.

Maraknya kasus anak melahirkan di tempat-tempat tak biasa, menurut Tenri juga tak terlepas dari sikap orang-orang di lingkungan korban.

"Kenapa misalnya anak kita hamil dan melahirkan di tempat tak biasa. Itu karena tak adanya juga kepedulian dri orang terdekatnya. Makanya kita buka dan edukasi ke warga supaya mereka tahu apa yang terjadi ke anak-anaknya. Mengurus kekerasan terhadap perempuan dan anak, lingkungan harus terlibat semua," bebernya.

Terkait prostitusi online yang melibatkan anak, Tenri mengaku bersama pihak kepolisian, pihaknya tengah menginvestigasi kejadian yang mulai marak terjadi di Makassar.

"Prostitusi online kita lagi investigasi, Insya Allah dalam waktu dekat ini kepolisian akan ungkap dengan tuntas tentang kasus prostitusi. Anak-anak kita ini semua korban, baru kalau sudah terpapar baru kita sibuk mau urus," kata dia.

"Semua kekerasan, saya tak muluk-muluk mau hilangkan, terungkap saja saya sudah bersyukur, daripada tak terungkap seberapa banyak anak yang jadi korban," tutup Tenri. (*)

Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved