Pendiri Sekolah Anak Percaya Diri, Nuraeni: Kekerasan Perempuan dan Anak karena Faktor Ekonomi

Ia juga mengatakan bahwa perempuan yang baik, yakni perempuan yang bisa mendapatkan tambahan diluar dari apa yang diberikan suami.

Pendiri Sekolah Anak Percaya Diri, Nuraeni: Kekerasan Perempuan dan Anak karena Faktor Ekonomi
tribun timur/saldi irawan
Suasana bincang Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak yang digelar PT Pertamina MOR VII dan Tribun Timur di Rumah Makan Ayam Goreng Fatmawati, Jl Boulevard, Kota Makassar, Rabu (12/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun-Timur, Saldy

TRIBUN-TIMUR.COM,MAKASSAR - Pendiri Sekolah Anak Percaya Diri, Nuraeni berbicara tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak di acara Bincang Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di RM Ayam Goreng Fatmawati, Jl Boulevard, Makasssar.

Menurutnya kekerasan terjadi dalam keluarga, dipicu karena kondisi ekonomi tidak sehat.

"Jika ekonomi keluarga tidak stabil, yakin akan menimbulkan kekerasan. Pasti ada ada saja persoalan yang bisa menjadi besar," ujar Nuraeni, Rabu (12/12/2018).

Baca: H-1 Pentupan Pendaftaran Fun Bike-Walk Perbanas, Peserta Sudah Lebihi Target

Baca: Tekan Angka Kekerasan pada Perempuan dan Anak, PKK Sulsel Hadirkan Program Sejahtera Ibu Hamil

Sebagai Ketua RT ditempat domisilinya dan pendiri sekokah, Nuraeni mengaku bertekad mengubah nasib ibu rumah tangga dengan karya kreatif.

"Kami yang tinggal di pesisir laut, memanfaatkan kondisi alam dengan membuat abon ikan. Alhamdulillah sedikit demi sedikit ibu rumah tangga bisa mandiri dan memiliki penghasilan sendiri," ujarnya, sembari sebut di tempat ia bermukim didominasi oleh nelayan.

Ia mengakui, Pertamina memiliki jasa besar dalam mengubah nasib para istri nelayan, pasalnya sarana dan modal usaha dibeikan cuma -cuma oleh Pertamina kepada ibu rumah tangga yang ada di kecamatan Ujung Tanah, Makasssar.

"Kita berharap kedepan dia adalah anak nelayan yang cerdas, dan tidak kenal dengan kekerasan," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa perempuan yang baik, yakni perempuan yang bisa mendapatkan tambahan diluar dari apa yang diberikan suami.

"Jika ada pengeluaran istri lebih, maka suami dan anaknya terlantar. Jadi penopang hadirnya keluarga sakina ada pada perempuan," katanya. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Saldy Irawan
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved