Kasus Pembunuhan di Gowa, Mayor Sainuddin Tersinggung Rumahnya di BTP Digrebek Polisi

Protes Sainuddin terkait penangkapan Saleh Dg Naba, pelaku pembunuhan di Pattallasang, Gowa, pada Senin (10/12/18).

Kasus Pembunuhan di Gowa, Mayor Sainuddin Tersinggung Rumahnya di BTP Digrebek Polisi
darul amri/tribun-timur.com
Staf Ajen Kodam XIV Hasanuddin, Mayor Sainuddin, bertandang ke redaksi Tribun, Jl Cendrawasih, Selasa (11/12//18) malam

Laporan Wartawan Tribun Timur, Darul Amri Lobubun

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Staf Ajen Kodam XIV Hasanuddin, Mayor Sainuddin, mengaku tersinggung karena tidak dihargai oleh Tim Khusus Polda Sulsel yang memasuki rumahnya tanpa izin, Senin (10/12/18) malam.

"Saya atas nama prajurit TNI sangatlah tidak dihargai karena tidak ada koordinasi dari polisi saat memasuki rumah saya," katanya saat mengunjungi Redaksi Tribun, Selasa (11/12/2018) malam.

Protes Sainuddin terkait penangkapan Saleh Dg Naba, pelaku pembunuhan di Pattallasang, Gowa, pada Senin (10/12/18).

Lanjut Mayor Sainuddin, petugas Polda Sulsel yang melakukan penangkapan di rumahnya tidak berkoordinasi sebagai sesama aparat.

"Seharusnya ini dikoordinasikan. Itu rumah saya didatangi kurang lebih 10 orang. Mereka masuk lewat pintu depan dan belakang, ada lompat pagar," ujar Sainuddin yang sedang berada di Kodam saat rumahnya digrebek.

Diberitakan sebelumnya, Timsus Polda Sulsel dipimpin Ipda Artenius mengamankan Saleh Daeng Naba (38) di rumah Sainuddin (sebelumnya diberitakan di rumah Peltu Syamsuddin) di Bumi Tamalanrea Permai (BTP).

Pada penangkapan itu, lanjut Mayor Sainuddin, polisi juga tidak menunjukkan surat penangkapan dan surat penggeledahan.

Bahkan anak dan istrinya juga dibentak.

"Mereka ini seperti ninja, itu pagar saya dinaiki juga, kan tidak sopan, harusnya mereka lapor saya. Setidaknnya kalau sinergi harus koordinasi," tambahnya.

Mayor Sainuddin menjelaskan kronologi sehingga Saleh diamankan di rumahnya di BTP Tamalanrea, Makassar.

Saat itu, katanya, Saleh berada di rumahnya dibawa oleh Peltu Syamsudin.

Sainuddin mengaku tidak mengetahui keberadaan Saleh di rumahnya di BTP.

Dia baru tahu setelah istrinya menelpon terkait penangkapan Saleh di rumahnya tanpa surat penangkapan.

"Jadi saya ini tidak tahu penangkapan di rumah. Saya juga tidak tahu itu pelaku, pokoknya saya ini tidak tahu tapi rumah saya dimasuki," jelas Sainuddin.

Penulis: Darul Amri Lobubun
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved