Banser Tanggap Bencana Sulbar Tambah 58 Anggota Baru

Kaderisasi yang dilaksanakan kali ini, adalah Diklat Khusus (Diklatsus) Banser Tanggap Bencana (Bagana) di Pondok Pesantren Awwaludin Kuo

Banser Tanggap Bencana Sulbar Tambah 58 Anggota Baru
nurhadi/tribunsulbar.com
Apel pengukuhan dan penutupanDiklatsar dan Diklatsus Bagana Banser Sulbar dan Mamuju di Pondok Pesantren Awaluddin Kou, Mamuju Tengah, Senin (10/12/2018). Sumber : Kasat Korcab Banser Mamuju/Muh Ikhsan Hidayah. 

 Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Satkorwil Banser Sulawesi Barat (Sulbar) kembali menggelar kegiatan kaderisasi.

Kaderisasi yang dilaksanakan kali ini, adalah Diklat Khusus (Diklatsus) Banser Tanggap Bencana (Bagana) di Pondok Pesantren Awwaludin Kuo Mamuju Tengah, Kamis - Minggu 6-9 Desember 2018.

Diklatsus Bagana diikuti 58 peserta. Sementara Diklatsar atau penerimaan anggota baru Banser diikuti 50 orang peserta.

"Kami mengadakan Diklatsus Bagana ini, untuk peningkatan kapasitas, kualitas dan profesionalisme di kalangan Banser dalam menangani bencana,"kata Ketua PW GP Ansor Sulbar, Sudirman AZ, dalam rilisnya kepada TribunSulbar.com, Selasa (11/12/2018).

Sudirman menuturkan, manfaat dari pelatihan sangat penting. Agar para anggota Banser terjun ke lapangan, bisa lebih efektif dan berdaya guna.

"Banser harus mampu mengimplementasikan tugas, fungsi dan tanggung-jawabnya di masyarakat luas,"ujarnya.

Kasatkorwil Banser M Anshar Tahir menambahkan, Diklatsus juga sebagai tantangan kebutuhan di internal organisasi.

“Dalam membentuk kader yang mumpuni dan siap diterjunkan dalam setiap bencana yang terjadi,"katanya.

Menurutnya, Ansor dan Banser adalah sosok yang demikian diharapkan warga, "Banser harus mampu berbuat di berbagai hal yang dibutuhkan masyarakat, sesuai dengan bidang keahliannya,"katanya.

Sementrara, KH Erwin Elo, selaku pengasuh Pondok Pesantren Awwaluddin Kuo menyambut baik kegiatan yang diadakan Ansor - Banser di pesantrennya.

"Ansor dan Banser harus bersinergi dengan pondok pesantren, sehingga tercipta hubungan emosional yang mengikat untuk bergerak dan melangkah bersama merawat, memelihara dan menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah serta NKRI,”tandasnya.

Sementara, Kasatkorcab Banser-Ansor Mamuju, selaku penanggung jawab pelaksaan Diklatsar, Muh. Ikhsan Hidayah, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Desa Kuo, Kecamatan Pangale, atas suksesnya kegiatan kaderisasi tersebut.

"Terkhusus pimpinan dan pengelola pondok pesantren, Awaluddin Kuo dan para guru atas antusias serta respon baik menerima dan menyambut baik kegiatan Diklatsar Banser,"ujarnya.

"Kami juga mengucapkan permohonan maaf dikalau selama pelaksanaan kegiatan, ada hal yang kurang berkenan di hati masyarakat, terutama Ponpes Awaluddin. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmatNya kepada kita semua,"ucapnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved