Pemkab Klaim Rumah Tangga Perokok di Luwu Utara Menurun

Sekkab Luwu Utara, Abdul Mahfud, menegaskan Perda KTAR harus ditegakkan dan Satpol PP sebagai penegak perda.

Pemkab Klaim Rumah Tangga Perokok di Luwu Utara Menurun
Chalik Mawardi/tribunlutra.com
Kawasan tanpa rokok di Desa Komba, Kecamatan Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Selasa (25/10/2016). 

Laporan Wartawan TribunLutra.com, Chalik Mawardi

TRIBUNLUTRA.COM, MASAMBA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara melalui Dinas Kesehatan menyebut angka rumah tangga perokok terus menurun sejak tahun 2014 di Luwu Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Luwu Utara, Andi M Nasrum, mengatakan, jumlah rumah tangga perokok di Luwu Utara tahun 2014 sebanyak 44.562.

"Tahun 2015 sebanyak 40.052 rumah tangga, 2016 sebanyak 37.245 rumah tangga, dan 2017 sebanyak 22.162 rumah tangga," ujar Nasrum via rilis Bagian Humas, Senin (10/12/2018).

Diketahui, Pemkab Luwu Utara tengah intens mensosialisasikan Peraturan Daerah KabupatenLuwu Utara Nomor 9 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Asap Rokok (KTAR).

Sekkab Luwu Utara, Abdul Mahfud, menegaskan Perda KTAR harus ditegakkan dan Satpol PP sebagai penegak perda.

"Tujuan perda ini untuk menciptakan kondisi lingkungan dan ruangan yang bersih dan sehat serta meningkatkan angka harapan hidup di Luwu Utara," terang Mahfud.

Perda KTAR dalam pasal 36 ayat (1) setiap orang yang merokok dalam KTAR akan dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Pada ayat (2) bagi yang memproduksi, mempromosikan, menjual atau membeli rokok di KTAR dipidana kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 5 juta.

Lokasi yang masuk KTAR antara lain kompleks perkantoran bupati dan seluruh sekolah.

Penulis: Chalik Mawardi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved