Dua Jenis Kosmetik dari Brand Ternama Ini Ikut Diamankan BPOM Makassar

Dua brand kosmetik ternama ikut diamankan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar

Dua Jenis Kosmetik dari Brand Ternama Ini Ikut Diamankan BPOM Makassar
TRIBUN TIMUR/MUSLIMIN EMBA
Kepala BPOM Makassar, Abd Rahim, saat menggelar konfrensi pers di aula baji minasa, kantor BPOM Makassar, Jl Baji Minasa, Makassar, Senin (10/12/2018). Dua brand kosmetik ternama ikut diamankan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, dalam pengungkapan kosmetik ilegal yang beredar dipasaran. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua brand kosmetik ternama ikut diamankan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Makassar, dalam pengungkapan kosmetik ilegal yang beredar di pasaran.

Itu terlihat saat Kepala BPOM Makassar, Abd Rahim, saat menggelar konfrensi pers di aula baji minasa, kantor BPOM Makassar, Jl Baji Minasa, Makassar, Senin (10/12/2018).

Kedua brand kosmetik ternama itu, Ponds dan Vaseline. Jenisnya, alat dekoratif wajah yang menggunakan brand Ponds dan cream yang menggunakan brand Vaseline.

Baca: Meski Anggaran Dipangkas Rp 12 Triliun, Produksi Dan Ekspor Pertanian Melonjak

Baca: Ke Jepang, Wali Kota Palopo Kunjungi Dua Perusahaan Ini

Baca: Sandiaga Uno Bakal Kunjungi Soppeng

Menurut Abd Rahim, kedua produk dari brand ternama itu ikut diamankan lantaran ditengarai sebagai produk kosmetik yang dipalsukan dan izin edarnya telah habis.

"Jadi setelah kita cek ke produsennya, ternyata alat kosmetik berupa dekoratif wajah ini tidak diproduksi oleh produsennya, makanya ini kita duga produk yang dipalsukan. Ada juga yang izin edarnya sudah habis tapi belum diperpanjang," kata Abd Rahim.

Selain produk kosmetik yang dipalsukan, BPOM Makassar juga mengamankan, produk kosmetik yang tidak memiliki izi produksi dan izin edar.

"Produk kosmetik yang kita amankan ini ada dari dalam negeri dan dari luar negeri. Kebanyakan tidak memilik izin edar dari Badan POM, ada juga yang mati izinnya tapi tidak diperpanjang dan ada juga yang tidak memiliki izin produksi," ungkap Abd Rahim.

Alat dekoratif wajah itu, menggunakan brand ternama Ponds.

Dalam pengungkapan itu, ada ratusan jenis kosmetik dan beberapa jenis parfum diamankan. Yang jika dinominalkan, totalnya mencapai Rp 338 juta.

"Kosmetik-kosmetik ini kita amankan di beberapa di kota Makassar, seperti di pasar tradisional Terong, dan beberapa pasar modern seperti mall-mall," kata Abd Rahim.

Selain dari penjualan lansung di pasaran, BPOM Makassar juga mengamankan produk kosmetik yang dipasarkan melalui media sosial atau belanja online.

"Ada juga kosmetik yang kita amanka  dari produksi yang pemasarannya itu melalui jejaring media sosial atau online. Itu berhasil kita amankan setelah melakukan pemantauan di stitus belanja online," ujarnya.

Dalam pemasaran produk kosmetik online itu, Abd Rahim mengaku belum menemukan produk kosmetim ilegal yang melibatkan endors dari kalangan artis atau publik figur.

Ratusan jenis kosmetik yang berasal dari 18 sarana atau produsen. Satu diantaranya menurut Abd Rahim akan diprpses secara hukum, sementara 17 lainnya akan diberikan pembinaan.

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved