Komisioner KPU Mamuju: Mari Wujudkan Pemilu Berdaulat di Momentum HANI 2018

Menurut Amran, hari anti korupsi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan melawan perilaku korupsi dan dampak negatifnya terhadap masyarakat.

Komisioner KPU Mamuju: Mari Wujudkan Pemilu Berdaulat di Momentum HANI 2018
nurhadi/tribunsulbar.com
Komisioner KPU Mamuju Ahmad Amran Nur

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Melalui resolusi 58/4 pada 31 Oktober 2003, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menetapkan 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi Internasional (HANI).

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mamuju, Divisi Hukum Ahmad Amran Nur menuturkan, menilai korupsi merupakan fenomena sosial, politik, ekonomi yang kompleks melibatkan penyalahgunaan kekuasaan yang dipercayakan oleh perilaku tidak jujur dan tidak etis yang mengarah pada keuntungan pribadi.

"Korupsi memperlambat pembangunan ekonomi dan membuat pemerintahan tidak stabil,"kata Amran kepada TribunSulbar.com, Minggu (9/12/2018).

Menurut Amran, hari anti korupsi bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan melawan perilaku korupsi dan dampak negatifnya terhadap masyarakat.

"Hari ini tepat 9 Desember 2018, ayo bangkit melawan Politik uang yang meracuni pemilu. Karena politik uang dapat menghasilkan orang-orang tak bersih yang malah makin menyengsarakan rakyat ke depannya,"ujarnya.

Dikatakan, para pelaku politik uang, rawan menyelewengkan amanah dan wewenang untuk keuntungan pribadi dan golongan, mulai dari merancang kebijakan koruptif hingga berprofesi ganda sebagai mafia uang rakyat

"Dalam demokrasi, pemilu adalah peristiwa maha penting. Pemilu bukanlah sekadar pesta demokrasi yang sering digembar-gemborkan. Lebih dalam dari itu, pemilu adalah momentum rakyat menentukan nasibnya sendiri dan nasib pemerintahan selama lima tahun mendatang,"kata dia.

Bagi Alumni STKIP DDI Mamuju itu, pemilu yang bersih dari kecurangan, akan benar-benar mengantarkan amanah segenap bangsa yang selama ini didambakan.

"Namun, ada bahaya besar yang selalu mengintai pemilu kita. Bahaya itu adalah politik uang. Politik uang mampu menggagalkan upaya mewujudkan pemilu bersih dan berintegritas. Politik uang mampu menyulap pemilu menjadi kotor, curang, dan penuh penyalahgunaan kuasa. Melalui momentum HANI, Mari kita wujudkan pemilu berdaulat tanpa politik uang menuju negara kuat,"tuturnya.

Penulis: Nurhadi
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved