Ketua KNPI Bulukumba Akhiri Masa Lajang

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Hardi Mangkubumi mengakhiri masa lajang.

Ketua KNPI Bulukumba Akhiri Masa Lajang
pribadi Hardi Mangkubumi
Foto-foto Ketua KNPI Bulukumba Hardi Mangkubumi bersama istrinya. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Syamsul Bahri

TRIBUN TIMUR.COM, BULUKUMPA - Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Hardi Mangkubumi, mengakhiri masa lajangnya.

Pengusaha ayam petelur di Kabupaten Bululumba ini menggelar acara resepsi pernikahan di desanya di Dusun Palipi, Desa Bulo-bulo, Kecamatan Bulukumpa atau sekitar 30 kilometer di bagian utara kota Bulukumba, Sabtu (8/12/2018).

Baca: DPD II Golkar Toraja Utara Sampaikan Duka Kepada 7 Korban KKB di Papua

Baca: Dikunjungi Sekjen Kemenag RI, Kepala Kemenag Torut Minta Kantor Baru

Hardi sapaan akrabnya menikahi seorang gadis desa asal Kecamatan Kindang, Bulukumba bernama Rahma Ningsih.

Sebelumnya, Hardi sempat kenalan dengan Rahma Ningsih saat menjaga salah satu keluarganya yang sedang sakit di Puskesmas Salassae, Kecamatan Bulukumpa beberapa bulan lalu.

Saat menjaga pasien, Hardi menarik sebatang rokok di dalam ruangan perawatan Puskesmas tersebut seperti biasa di tempat lain, lalu membakarnya.

Rokok Hardi sudah habis satu batang, ia kembali membakarnya untuk batang yang ke dua malam Minggu itu, beberapa perawat keluar masuk di ruangan perawatan tersebut. Tetapi tidak ada yang berani menegurnya agar Hardi mematikan rokoknya.

Malam itu, Hardi sedang dilanda galau, sebab harga pakan ayam petelurnya makin melonjak naik akibat rupiah makin anjlok karena harga dolar naik. " Saya merokok di ruangan itu karena saya pikir soal dolar naik jelas sangat berpengaruh ke barang impor termasuk harga pakan ayam juga naik, lalu bagaimana dengan uang panaik? dan orang sakit saya jaga, tapi eh tiba-tiba seorang perawat datang tegur saya minta matikan api rokok," ungkap Hardi kepada Tribun.

Demi menjaga kenyamanan pasien lainnya, Hardi memilih mengalah dari bentakan seorang perawat yang memaksanya mematikan api rokoknya yang sudah terlanjur dibakarnya. Meski ia sedang dilanda rasa galau ditengah ketidakepastian harga dolar dan uang panaik di Kabupaten Bulukumba yang mengikuti fluktuasi harga dolar.

Suasana hati Hardi makin kacau, meski ia memilih diam tak berkata lalu menuju teras Puskesmas tersebut. Setelah hatinya mulai tenang, Hardi mencoba meminta alamat media sosial sang perawat yang telah menegurnya bernama Rahma Ningsih.

Baca: Termotivasi Menangkan Laga Kontra PSMS Medan, Robert Persembahan untuk Suporter PSM Makassar

Baca: Berbagai Menu Andalan Hadir di Cooking Competition Archipelago International

Halaman
12
Penulis: Samsul Bahri
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved