Kapolres Bulukumba Minta Warga Lapor Polisi Jika Terjadi Pencurian Ternak

Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan meminta warga yang kehilangan ternak untuk melapor ke Polsek terdekat.

Kapolres Bulukumba Minta Warga Lapor Polisi Jika Terjadi Pencurian Ternak
firki
Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan. 

Laporan Wartawan TribunBulukumba.com, Firki Arisandi

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Kapolres Bulukumba, AKBP Syamsu Ridwan meminta warga yang kehilangan ternak untuk melapor ke Polsek terdekat.

Pasalnya, polisi tidak dapat melakukan penindakan, jika warga tidak melaporkan ke pihak berwajib.

Namun, mantan Kapolres Selayar itu, mengaku bakal memperketat pengawasan dengan meningkatkan patroli.

Baca: Hasil Liga Inggris & Cuplikan Gol MU-Arsenal Seri, Liverpool-Spurs Menang, Chelsea Tumbang

Baca: Hasil dan Klasemen Liga Inggris - MU Seri, Liverpool Belum Terkalahkan. Bagaimana Nasib Chelsea?

Baca: Klik Sscn.bkn.go.id - 6 Tips Lulus Tes SKB CPNS 2018 Kemenag & Berikut Link Pengumuman SKD Kemenag

"Saya baru dengar soal pencurian ternak ini. Saya minta warga untuk lapor ke polisi kalau ada kejadian begini, agar kita tindak lanjuti," kata AKBP Syamsu Ridwan, Kamis (6/12/2018).

Ada tiga celah yang dapat menyebabkan terjadinya kejahatan, kata Syamsu Ridwan, yakni tidak ketatnya penjagaan, tingkat pengangguran yang meningkat, dan adanya keteledoran dari korban.

Olehnya itu, AKBP Syamsu Ridwan, mengimbau masyarakat untuk sama-sama memperketat pengamanan dan ketertiban.

Baca: TERBARU Klasemen Liga 1 2018 - 4 Tim Koleksi Poin Sama, Persaingan Ketat Papan Bawah, Siapa Terdepak

Baca: Foto-foto Gantengnya Faisal Nasimuddin, Anak Konglomerat Malaysia Benarkah Pacar Baru Luna Maya?

Baca: Kemenkeu Bakal Naikkan Gaji Kepala Daerah, Alasannya Berhubungan dengan Tindak Korupsi

Karena keamanan dapat terjadi jika ada sinergitas yang terbangun antara aparat dan juga masyarakat.

Sebelumnya, Anggota DPRD Bulukumba, Andi Pangerang Hakim, mengaku telah menerima 60 laporan kehilangan ternak dari masyarakat Kecamatan Ujung Loe.

Kasus pencurian ternak tersebut marak terjadi di empat desa, yakni Desa Balong, Paccaramengang, Balleanging dan Desa Tamatto, sejak November 2018 lalu. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

Penulis: Firki Arisandi
Editor: Anita Kusuma Wardana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved