Dua Desa di Tapalang Barat Masuk Zona Rawan Konflik Pemilu

Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Tapalang Barat, Meji Amil, menyebut dua desa di Tapalang Barat masuk dalam kategori rawan konflik pada perhela

Dua Desa di Tapalang Barat Masuk Zona Rawan Konflik Pemilu
(Nurhadi/ Tribun Timur)
Ketua Panwalu Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju 

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Ketua Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Tapalang Barat, Meji Amil, menyebut dua desa di Tapalang Barat masuk dalam kategori rawan konflik pada perhelatan Pemilu 2019 mendatang.

Dua desa yang dimaksud Meju Amil adalah Desa Labuan Rano dan Pangasaan yang terletak di bagian utara Tapalang Barat.

Baca: Hasil SKD CPNS Jeneponto Belum Diumumkan, BKPSDM Sebut Masih Ada Perbaikan

Baca: Bukan di Mataram, Gempa Bumi Hari Ini di Lombok Utara NTB, BKMG: Tak Berpotensi Tsunami

Meji menuturkan, hal tersebut berdasarkan hasil pemetaan wilayah rawan, setelah melakukan pemantauan dan di lapangan dan sesuai situasional pada pemilu-pemilu tahun sebelumnya.

"Ada sejumlah indikator yang dijadikan acuan mulai dari zona kuning, merah, dan hijau. Namun, umumnya seluruh desa masih dalam zonasi warna kuning. Tidak ada konflik yang menjurus ekstrim, namun hal demikian tetap diantisipasi jauh-jauh hari,"kata Meji kepada wartawan di Mamuju, Kamis (6/12/2018).

Di Desa Labuan Rano, kata dia, dikategorikan karena tingkat fanatisme masyarakat sangat tinggi. Sedangkan Desa Pangasaan berdasarkan pengalaman selalu terjadi penggelembungan suara karena akses transportasinya yang sulit.

"Rata-rata rawan tetap menurut pemetaan kami, zonasinya mayoritas masih kuning. Tetapi kita tetap mengantisipasi jangan sampai kerawanan ini menyebar,"ujarnya..

Ia juga menjelaskan, di dua desa tersebut, pelanggaran-pelanggaran yang timbul disana jika tidak diantisipasi dan diredam sejak dini, dikhawatirkan akan menimbulkan konflik sosial. Gesekan antar pendukung kerap kali mewarnai gelaran pemilu di sana.

"Khususnya yang ada di Desa Pangasaan. Kasus dalam Pileg beberapa tahun yang lalu, merupakan acuan kami menetapkan wilayah rawan ini di sana,"kata dia.

Baca: Bulukumba-Bantaeng Diprediksi Bakal Berawan Sepanjang Hari

Baca: Berikut Agenda Gubernur, Wagub dan Sekprov Sulbar Pagi Hingga Siang Ini

Olehnya, ia berharap, seluruh elemen masyarakat, pemerintah, LSM, dan Partai Politik (Parpol) ikut berpartisipasi dalam mengamankan gelaran Pemilihan Umum 2019. Mengedukasi masyarakat secara luas untuk menggunakan haknya dalam menentukan seorang calon.

"Yang kami lakukan saat ini, intens menggelar sosialisasi dibeberapa titik dan FGD yang melibatkan pemuda, mahasiswa, Pelajar, hingga media, guna membahas tugas dan fungsi pengawasan partisipatif,"tuturnya. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii

Penulis: Nurhadi
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved