Sidang Pembakaran Rumah di Jl Tinumbu, Pannampu, Makassar, 2 Terdakwa Terus Menunduk

Kedua terdakwa didudukan dalam kursi persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar.

Sidang Pembakaran Rumah di Jl Tinumbu, Pannampu, Makassar, 2 Terdakwa Terus Menunduk
tribun timur/hasan basri
Suasana sidang Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), dua pelaku pembakaran rumah di Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (05/12/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN -TIMUR.COM, MAKASSAR - Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), dua pelaku pembakaran rumah di Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (05/12/2018).

Kedua terdakwa didudukkan dalam kursi persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Makassar.

Sidang tersebut dipimpin langsung Supriyadi selaku Ketua Majelis Hakim dan da hakim anggota lainnya Heneng Pujadi dan Rusdiyanto Loleh serta panitera penggantinya Hasjaya.

Pada sidang berlangsung, kedua terdakwa didampingi langsung seorang pengacara yang merupakan pengacara yang ditunjuk oleh pengadilan karena terdakwa yang menghadapi kasus dengan ancaman hukuman berat tidak ada pengacara.

Ilham dan Zulkifli yang duduk di kursi pesakitan menggunakan baju kemeja putih yang dilapisi rompi tanahan warna merah. Kedua terdakwa juga menggunakan peci atau kopian.

Selama persidangan, para terdakwa lebih banyak tertunduk di hadapan Majelis Hakim saat mendengarkan dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Andi Sulkifli Herman.

Andi Sulkifli dalam materi dakwaanya menyatakan kedua terdakwa terbukti bersalah melakukan pembakaran tiga rumah yang menewaskan enam warga.

Enam orang warga dalam satu rumah meninggal yakni, Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz.

"Terdakwa saat itu mau beli isi bensin Pertalite di Counter milik Ansar. Tapi terdakwa tidak langsung dimasukan ke dalam tangki motor. Karena tidak mau botolnya dibawa, saksi langsung memasukan ke dua botol aqua 600 ml,"kata JPU dalam dakwaannya.

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved