Baru Saja Petani Maros Tewas Tersambar Petir, ini Pertanda Anda Disambar Petir & Tips Agar Selamat
Insiden itu terjadi pukul 16.30 wita saat hujan deras disertai angin kecang dan petir yang melanda Maros.
Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe
TRIBUN-TIMUR.COM, MAROS - Baru saja terjadi seorang petani di Dusun Bonto Romba, Desa Bonto Matene, Kecamatan Mandai, Maros, Sulsel tewas tersambar Petir, Rabu (5/12/2018).
Insiden itu terjadi pukul 16.30 wita saat hujan deras disertai angin kecang dan petir yang melanda Maros.
Seketika, Dusun Bonto Romba geger setelah warga mendapatkan informasi seorang petani, Muh Subhan alias Itung (41) tewas setelah tersambar petir di area persawahan.
Baca: Pengumuman Hasil Tes SKD CPNS 2018 - Link Lokasi Tes SKB di 32 Instansi, Cek Namamu Disini!
Petani lainnya, Ambo Upe (49) menjelaskan, sebelum tewas, Itung bersama sang istri, Nurlinda (37) dan putranya Rifki (14), sedang berada di sawah untuk menanam bibit padi.
Namun tiba-tiba hujan deras, korban dan keluarganya meninggalkan sawah untuk berteduh.
Baca: Foto-foto Gantengnya Ipda Taufan Ramadhan yang Mempersunting Diahlevi Putri Cantik Kapolda Sulsel
Mereka menuju ke rumah sawah. Saat itu juga, Ambo Upe juga menuju ke rumah sawah tersebut untuk berteduh.
"Itung disambar petir saat kami sama-sama berteduh di rumah sawah. Saat itu hujan lebat diserai guntur. Saat itu, petir tiba-tiba terjadi dan menyambar Idung," katanya.
Sebelum menyambar Itung, petir tersebut mengahantam rumah-rumah sawah.
Saat disambar, Itung terlempar sekira tiga meter dan masuk ke sawah.
Ambo Upe, Nurlinda dan Rifki juga terlempar ke area persawahan akibat tekanan petir. Setelah petir menyambar, Ambo Upe, Nurlinda dan Rifki bangkit.
"Kami berempat di rumah-rumah, semua terlempar. Saat sudah petir, saya, istri Itung dan anaknya cepat bangkit. Saat itu, kami melihat Itung, masih tersungkur dan tidak bergerak," katanya.
Ambo Upe, Nurlinda dan Rifki panik melihat kondisi Itung. Nurlida histeris dan meninggalkan lokasi persawahan untuk mencari pertolongan.
Tidak lama kemudian, sejumlah warga berdatangan ke lokasi kejadian. Namun kondisi Itung sudah tewas. Warga kemudian mengevakuasi korban ke rumah duka.
Saat mengevakuasi, warga menggunakan peralatan seadanya. Korban dimasukkan ke sarung yang ditopang dengan bambu, lalu digotong sampai ke rumah duka.
"Warga menebang bambu untuk digunakan menggotong korban. Saat sementara perjalanan, warga ramai- ramai membantu kami," katanya.(*)
Sebelumnya, Rusdi Syafar (23 tahun) menjadi korban sambaran petir di persawahan Dusun Bontomatene Desa Gentungang Kecamatan Bajeng Barat Kabupaten Gowa, Jumat (30/11/2018) petang.
Peristiwa nahas tersebut bermula ketika Rusdi ingin mengambil mesin pompa air di persawahan.
Untuk itu, Rusdi meminta izin kepada ayahnya, Syafaruddin.
Satu jam kemudian, sang ayah merasa cemas lantaran Rusdi tak kunjung pulang.
Ia pun memutuskan mencari Rusdi dengan menyusuri persawahan, bersama keluarga lainnya.
Tiba di persawahan, sang ayah telah menemukan Syafar sudah tergeletak di samping mesin air.
Badan Rusdi penuh luka bakar mulai dari bagian leher, dada serta perut.
Berikut tips-tips agar selamat ketika terjadi petir:
1. Jika melihat petir atau mendengar gelegar guruh, bergegaslah menuju bangunan yang telah dilindungi oleh penangkal petir.
2. Jadikan kendaraan mobil Anda sebagai alternatif pengganti bangunan bila tidak ada penangkal petir. Pastikan semua jendela dan pintu tertutup rapat. Hindari menyentuh berbagai perangkat yang terbuat dari logam di dalam mobil.
3. Bila sedang berada di hutan, berlindunglah di semak yang memiliki pepohonan rendah. Sebab, pohon tinggi cenderung disambar oleh petir.
Bila berada di ruang terbuka, cari tempat yang lebih rendah.
4. Jika berada di dalam perahu di tengah danau atau laut, bergegaslah untuk menuju daratan secepat mungkin.
5.Hindari berbaring di atas tanah karena sengatan listrik justru menyebar di tanah atau dataran. Cukup jongkok saja, tanpa kedua tangan menyentuh tanah.
6.Hindari berdiri bergerombol bersama banyak orang jika berada di ruang terbuka. Usahakan Anda membuat jarak antara orang dengan orang sekitar lima meter.
7. Bila saat berada di luar ruangan rambut Anda tiba-tiba berdiri, itu pertanda petir akan menyambar tubuh Anda. Jika begitu, segeralah melakukan gerakan rukuk atau menekuk badan ke arah depan dan letakkan kedua tangan pada masing-masing lutut kaki.
8. Hindari berbaring di atas tanah karena sengatan listrik justru menyebar di tanah atau dataran. Cukup jongkok saja, tanpa kedua tangan menyentuh tanah.
9. Hindari pintu, jendela, peralatan elektronik dan tempat berair bila Anda sedang berada di dalam rumah. Alangkah baiknya jika Anda segera mencabut seluruh kabel yang berhubungan dengan aliran listrik, seperti televisi, radio, handphone, telepon, dan lainnya.
10. Matikan ponsel maupun gadget yang Anda bawa dalam saku. (*)
Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:
Follow juga akun instagram official kami:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilustrasi-hujan-petir_20171130_081717.jpg)