2 Pelaku Pembakaran Rumah yang Menewaskan 6 Warga di Panampu, Makassar, Jalani Sidang Perdana

Kedua tersangka merupakan eksekutor pembakaran rumah di Pannampu beberapa bulan lalu. Pada peristiwa itu, ada enam orang yang meninggal.

2 Pelaku Pembakaran Rumah yang Menewaskan 6 Warga di Panampu, Makassar, Jalani Sidang Perdana
sanovra/tribuntimur.com
Suasana rekonstruksi kasus pembakaran yang terjadi di Jl Tinumbu 6 Agustus 2018 yang berlangsung di Jl Serui, belakang Polrestabes, Makassar, Selasa (4/9). Gelar rekonstruksi pembakaran enam orang di Jl Tinumbu ini diwarnai dengan teriakan dari pihak keluarga korban. 

Laporan Wartawan Tribun Timur Hasan Basri

TRIBUN -TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua terdakwa kasus pembakaran rumah di Jl Tinumbu, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Makassar, Rabu (05/12/2018) hari ini.

Kedua terdakwa yakni Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22) didudukan dalam kursi pesakitan dengan agenda pembacaan dakwaan.

Pantauan Tribun jelang persidangan para terdakwa, nampak sejumlah keluarga korban mulai berdatangan di Pengadilan. Salah satunya adalah orangtua Ahmad Fahri.

Baca: BPKP Audit Proyek Stadion Barombong dan Kawasan CPI, Inspektorat Tak Dilibatkan

Baca: Penyidik Polda Sulsel Buru Tiga Buronan Kasus Korupsi Hingga Jakarta

Sekedar diketahui, terdakwa melakukan pembakaran rumah di Jl Tinumbu lorong 166 B, RT 3, RW 2, Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, sejak Senin (6/8/2018) dini hari.

Akibat kejadian itu, enam orang warga dalam satu rumah meninggal yakni, Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz.

Kedua tersangka merupakan eksekutor pembakaran rumah di Pannampu beberapa bulan lalu. Pada peristiwa itu, ada enam orang yang meninggal.

Korban diduga tidak mampu menyelamatkan diri, saat kobaran api semakin membesar membakar rumah semi permanen itu. Apalagi kejadinya sekitar pukul 03.45 Wita di saat mereka sedang terlelap tidur.

Berdasarkan hasil penyidikan Polisi, pembakaran itu motifnya adalah persoalan dendam. Salah satu korban diduga berutang kepada salah satu pelaku yang merupak otak utama pembakaran.

Pembakaran itu diotaki langsung Akbar dg Ampu yang sebelumnya meninggal di Lembaga Pemasyaraktan karena bunuh diri tidak lama setelah diketahui perbuatannya.

Berdasarkan hasil penyelidikan Kepolian sebelumnya pembakaran ini terjadi karena Akbar jengkel dengan salah satu korban, Fahri yang mempunyai utang hasil transaksi narkoba terhadap Ampuh.

Akbar pun kala itu memerintahkan dua tersangka untuk mencari Fahri sehingga berujung pembakaran yang menewaskan satu keluarga di Pannampu. (*)

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami:

Follow juga akun instagram official kami:

Penulis: Hasan Basri
Editor: Arif Fuddin Usman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved