Temukan Mikroplastik Pada Garam, Guru Besar Unhas Minta Pemerintah Lakukan Ini

Prof Akbar menambahkan, banyaknya ditemukan mikroplastik di laut, karena masyarakat Indonesia belum sadar dalam membuang

Temukan Mikroplastik Pada Garam, Guru Besar Unhas Minta Pemerintah Lakukan Ini
amiruddin/tribunsidrap.com
Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Prof Dr Akbar Tahir M.Sc 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Amiruddin

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, Prof Dr Akbar Tahir M.Sc mengatakan pemerintah perlu melakukan upaya penanganan terhadap sampah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Prof Akbar Tahir, pasca dirinya melakukan penelitian kandungan mikroplastik garam di Kabupaten Jeneponto, beberapa jenis ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere Makassar, dan lokasi lainnya di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Prof Akbar diketahui mulai melakukan penelitian terhadap mikroplastik pada Agustus 2014.

"Perlu penanganan serius terhadap sampah di Indonesia, termasuk penyediaan infrastruktur penanganan sampah, serta penyediaan penyaring sampah di sungai," kata Prof Akbar Tahir, kepada tribuntimur.com, Senin (3/12/2018).

Prof Akbar menambahkan, banyaknya ditemukan mikroplastik di laut, karena masyarakat Indonesia belum sadar dalam membuang sampah, khususnya sampah plastik.

"Selain masyarakat yang belum sadar, harus diakui infrastruktur pengelolaan sampah kita belum bagus. Ini yang perlu diperhatikan pemerintah," ujarnya.

Sebelumnya, Prof Akbar telah melakukan penelitian pada Agustus 2014 lalu di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paotere Makassar.

Hasilnya, mikroplastik yang ditemukan lebih banyak dalam bentuk fragmen atau serpihan.

"Dari 17 sampel jenis ikan yang jumlahnya 70 ekor, temuan kami hampir 30 persen mengandung mikroplastik. Bahkan dari 10 sampel ikan teri, 4 ekor ditemukan menelan mikroplastik," ujarnya.

Selain ikan, pria yang juga Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Natural Heritage, Biodiversity and Climate Change LP2M Unhas itu juga menemukan garam di Kabupaten Jeneponto juga telah tercemar mikroplastik.

Penelitian dilakukan Prof Akbar di Kelurahan Pallengngu, Kecamatan Bangkala, Jeneponto pada bulan Juli 2018.

"Hasil penelitian kami, garamnya positif mengandung mikroplastik. Paling tinggi pencemaran plastik di air yang masuk ke tambak, yakni hampir 70 persen, sedimen 50 persen, dan garam 58,3 persen mengandung mikroplastik," tuturnya.

Penulis: Amiruddin
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved