Perceraian di Maros Didominasi Umur 25 Tahun

Maraknya kasus perceraian mulai Januari sampai Novemver 2018 di Maros, disebabkan istri yang tidak mampu lagi dengan sifat suami.

Perceraian di Maros Didominasi Umur 25 Tahun
ansar/tribunmaros.com
Humas Pengadilan Agama (PA) Maros Irham Riad. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ansar Lempe

TRIBUN TIMUR.COM, MAROS - Maraknya kasus perceraian mulai Januari sampai Novemver 2018 di Maros, disebabkan istri yang tidak mampu lagi dengan sifat suami.

Humas Pengadilan Agama (PA) Maros Irham Riad mengatakan, Selasa (4/12/2018), mengatakan, tahun 2018 ada 650 kasus perceraian.

Baca: Fakta Mobil yang Terbakar di Jl Boulevard Makassar, Baru Diservis Pukul 16.07 Wita

Baca: Di Maros, Istri Lebih Banyak Gugat Suami

Sementara 2017, hanya 500 kasus perceraian.

Selain cekcok suami istri, penyebab lain gugatan cerai yakni hadirnya pihak ketiga, faktor ekonomi dan Kekeradan dalam rumah tangga (KDRT).

Kasus perceraian di Maros, didominasi oleh pasangan suami istri yang berusia antara 25 sampai 40 tahun.

Baca: NH Minta Caleg Golkar Pangkep Gaungkan Program Golkar Bangun Kampung

Baca: PBB Belum Putuskan Ikuti Langkah Yuzril Dukung Jokowi-Maruf di Pilpres 2019

Sementara perceraian anak dibawah umur, jumlahnya sangat sedikit. Pernikahan anak dibawah umur dilakukan, setelah mendapat pesetujuan dari Kemenag.

"Kasus perceraian di Maros, paling banyak dialami oleh pasangan mulai usia 25 sampai 40 tahun. Justru anak, masih aman-aman," katanya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: Ansar
Editor: Waode Nurmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved