Dibalik Merosotnya Wisman ke Sulsel, Pemerhati Pariwisata: Ada Kejenuhan Destinasi

diperparah dengan jumlah penumpang pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin dari luar negeri mengalami penurunan sebesar 66,45 persen

Dibalik Merosotnya Wisman ke Sulsel, Pemerhati Pariwisata: Ada Kejenuhan Destinasi
TRIBUN TIMUR/RISNAWATI M
Kawasan Wisata Lolai Negeri di Atas Awan To Tombi salahsatu objek wisata yang ada di Toraja Utara. 

Laporan Wartawan Tribun Timur, Muhammad Fadhly Ali

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel merilis terjadi penurunan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang melalui pintu masuk Makassar pada Oktober 2018 di angka 18,02 persen secara tahunan.

Ini diperparah dengan jumlah penumpang pesawat di Bandara Sultan Hasanuddin dari luar negeri mengalami penurunan sebesar 66,45 persen, yaitu dari 17.635 orang pada September 2018 menjadi 5.917 orang pada Oktober 2018.

Bandingkan dengan jumlah penumpang ke luar negeri yang naik sebesar 106,15 persen, yaitu dari 4.180 orang pada September 2018 menjadi 8.617 orang pada Oktober 2018.

Baca: Reaksi Andi Sudirman Tentang Kemilau Toraja

Baca: 4 Fakta Pembantaian 31 Pekerja Trans Papua Diduga oleh KKB, No 2 Kronologi No 3 Penyebab KKB Marah

Baca: Live TVOne! Link Live Streaming Persita Tangerang Vs Kalteng Putra Jam 14.30 wib, Nonton HP Disini

Pemerhati Pariwisata Sulsel Bambang Heriyanto yang dihubungi, Selasa (4/12/2018) menuturkan, turunnya jumlah Wisman diakibat kejenuhan destinasi, monoton, dan kurangnya varian objek dan paket wisata yang ditawarkan daerah.

"Seharusnya Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) hingga asosiasi lebih efektif kerjanya karena ditunjang teknologi informasi yang canggih, SDM yang lebih maju dan komplit knowledge-nya," katanya.

"Bandingkan era saya di tahun 1990-an belum ada internet, medsos, browsur pariwisata saya titip di pesawat yang ke Eropa," lanjutnya.

Ia pun berasumsi, apa yang keliru dan harus diperbaiki dari yang ada aaat ini. "Mungkin konsep marketingnya, ataukah ada yang lainnya," ujar Bambang.

Ia mencontohkan, pariwisata Sulsel hanya bertumpu pada satu destinasi saja yaitu Toraja, sehingga wisman seolah tidak memiliki alternatif lain.

Padahal masih punya obyek menarik lain seperi Bira, Selayar, Pangkep, dan hampir di setiap Kabupaten/Kota yang bisa dieksplorasi.

"Wisman satu tahun sebelumnya telah merencanakan dan merancang liburannya tujuan ke mana termasuk anggaran belanja baik transportasi, akomodasi, makan, asuransi, pajak, tips dan lainnya. Mereka bekerja 11 bulan penuh kemudian 1 bulan untuk cuti, nah ini yang perlu diketahui dan dimanfaatkan," katanya.

Data masa tinggal di Makassar atau Sulsel pada umumnya di rata-rata 2-3 hari saja. "Sisa 25 hari, dengan estimasi dua hari perjalanan dari negaranya ke Indonesia pergi pulang, sisanya mereka habiskan di destinasi lain," ujarnya.

Lebih dekat dengan Tribun Timur, subscribe channel YouTube kami: 

Follow juga akun instagram official kami: 

ii
Penulis: Muhammad Fadhly Ali
Editor: Nurul Adha Islamiah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved